RADARSOLO.COM - Karier Anton Fase tengah memasuki babak baru. Winger kiri kelahiran 6 Februari 2000 ini resmi berstatus tanpa klub setelah kontraknya bersama Balestier Khalsa FC, tim Liga Singapura, berakhir pada 1 Juli 2025.
Kabar terbaru menyebutkan, pemain berusia 25 tahun itu sedang dilirik oleh dua klub Liga Indonesia.
Meski identitas klub peminatnya masih dirahasiakan, rumor ini membuat namanya kembali mencuat di bursa transfer.
Dengan tinggi badan 1,85 meter, Fase dikenal sebagai sayap kiri dengan kecepatan, kelincahan, dan kemampuan menusuk ke kotak penalti lawan.
Berdasarkan data Transfermarkt, harga pasarnya saat ini berada di kisaran Rp 2,61 miliar — angka yang cukup tinggi untuk pemain asing berusia muda.
Perjalanan karier Fase dimulai di klub Hoofddorp Youth di Belanda.
Sebelum akhirnya potensiny menarik perhatian akademi sepak bola ternama Belanda lainnya, yakni AZ Alkmaar.
Bersama AZ U-17 (2019–2020), ia tampil lima kali dan mencetak dua gol.
Saat naik ke AZ Alkmaar U-19, performanya semakin impresif dengan torehan 9 gol dan 1 assist dari 26 penampilan.
Fase juga sempat memperkuat AZ Alkmaar U-21, tampil dalam tujuh laga dengan kontribusi 1 gol dan 1 assist.
Performa tersebut membuat NEC Nijmegen memboyongnya pada musim 2020–2021. Di klub ini, ia mencatatkan 11 penampilan dan menyumbangkan satu assist.
Karier Anton Fase di Eropa sempat berliku sebelum akhirnya namanya kembali menjadi sorotan di bursa transfer sepak bola Asia.
Pada musim 2021, Anton memutuskan bergabung dengan klub Botev Vratsa yang bermain di divisi teratas Liga Bulgaria.
Meski tampil di 12 pertandingan, ia gagal mencatatkan gol maupun assist.
Memasuki musim 2021–2022, Fase pindah ke Kauno Žalgiris, klub yang berkompetisi di Liga Lithuania.
Petualangannya berlanjut pada musim 2023–2024 ketika ia menerima tawaran bermain di Liga Polandia bersama LKS Łódź.
Di Polandia, Fase memperkuat dua tim sekaligus. Bersama LKS Łódź II, ia bermain lima kali dan mencetak satu gol.
Sementara di tim senior LKS Łódź, ia turun dalam tujuh pertandingan, mencetak satu gol dan satu assist.
Namun, kiprahnya di Polandia tidak berlangsung lama. Ia kembali ke Kauno Žalgiris, klub yang membesarkan namanya di Lithuania.
Selama dua periode membela Kauno Žalgiris (2022–2024 dan 2024), Anton Fase tampil total 46 kali di berbagai ajang—mulai dari A Lyga, Piala Lithuania, hingga kualifikasi Liga Champions. Dari jumlah itu, ia sukses mencetak 13 gol dan enam assist.
Awal 2025 menjadi titik balik kariernya. Ia memutuskan mencoba peruntungan di Asia, tepatnya di Liga Singapura bersama Balestier Khalsa.
Musim lalu betsama Balestier Khals dia dimainkan di 15 game di liga Singapura maupun piala Singapura. Tercatat dia menyumbangkan 9 gol dan 4 assist.
Menariknya, di klub ini Anton Fase satu tim dengan Kodai Tanaka serta Peter de Roo, pemain dan pelatih Persis Solo saat inu. Kehadiran de Roo di Persis sempat memunculkan rumor bahwa Anton Fase akan ikut diboyong ke Kota Bengawan.
Namun, sebulan setelah rumor itu menyeruak, sang pemain tak kunjung datang ke Solo.
Justru kabar terbaru menyebutkan bahwa Fase sudah berada di Indonesia dan dikabarkan ikut latihan bersama PSIM Jogja.
Rumor ini semakin menguat setelah PSIM mengalahkan Persebaya Surabaya di laga pembuka Super League 2025/2026. Manajemen PSIM disebut ingin menambah dua pemain asing, dan nama Anton Fase masuk daftar incaran.
Jika rumor ini terbukti, maka Fase akan menjadi pemain kedua yang awalnya dikaitkan dengan Persis Solo namun justru memilih menandatangani kontrak dengan klub tetangga, PSIM Jogja.
Sebelumnya, Vidal juga sempat dirumorkan merapat ke Persis sebelum akhirnya resmi berseragam PSIM.
Bursa transfer memang selalu penuh kejutan. Semua kemungkinan bisa saja terjadi, dan kisah Anton Fase menjadi bukti bahwa perjalanan karier seorang pesepak bola bisa berbelok ke arah yang tak terduga. (nik)
Editor : Niko auglandy