RADARDARSOLO.COM - Hilangnya nama Fuad Sule pada daftar susunan pemain (DSP) Persis Solo kontra Persija Jakarta di Stadion Manahan bukan sekadar keputusan teknis.
Gelandang asing anyar asal Irlandia tersebut menepi imbas sanksi FIFA yang masih membelitnya.
Head Coach Persis Solo Peter de Roo mengungkapkan, pihaknya baru menerima kabar pekan ini. Surat yang masuk ke manajemen Laskar Sambernyawa menjelaskan adanya masalah pada klub yang dibela Sule sebelumnya.
"Soal Fuad Sule, kami mendapatkan surat bahwa ada sesuatu yang telah terjadi pada pertandingan terakhirnya di Irlandia. Sedang ada investigasi yang tertunda, yang saya tidak yakin dan mengetahuinya. FIFA memutuskan banned," jelas Peter usai klubnya dibekuk 0-3 oleh Persija Jakarta, Sabtu malam.
Manajemen langsung berkoordinasi dan bersurat dengan PSSI. Fuad Sule juga dipastikan bakal absen pada beberapa pertandingan lanjutan Super League 2025/2026.
"Kita akan membuat pengumuman secara resmi terkait detail Fuad Sule," sambungnya.
Absennya Fuad Sule menjadi sebuah kerugian bagi bond kebanggaan wong Solo. Padahal, Fuad diplot menjadi motor anyar di lini tengah Laskar Sambernyawa.
Penggawa kelahiran 20 Januari 1997 ini juga sudah tampil dan membantu kemenangan perdana Persis saat melawat ke markas Madura United, 9 Agustus lalu.
Lantas, masalah apakah yang menimpa Sule? Mengutip pada laman berita, BBC, Sule mendapatkan masalah pada klub terakhirnya di Irlandia, Glentoran FC. Sule diketahui dilarang bermain karena terlibat pada perkelahian.
"Pada pertandingan terakhir Sule di Glentoran pada bulan April, mereka bermain imbang 0-0 dengan Larne. Pada hari terakhir musim itu dan harus kehilangan kesempatan untuk lolos otomatis ke Eropa untuk musim depan, Sule mendapat larangan enam pertandingan karena perannya dalam perkelahian setelah pertandingan," tulis BBC.
Meski demikian, belum ada penjelasan resmi dari Laskar Sambernyawa atas situasi yang dihadapi Fuad Sule.
Yang jelas, absennya Fuad Sule akan menaruh lubang pada komposisi skuad asuhan Peter de Roo pada pertandingan selanjutnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy