RADARSOLO.COM – Di balik kelemahan, ada kelebihan. Begitulah Timo Scheunemann melihat situasi sepak bola putri nasional. Walau tanpa kompetisi resmi, para srikandi muda tumbuh dengan mental tangguh berkat pengalaman sparing dengan tim pria.
Kondisi tersebut memang jadi peer (pekerjaan rumah) besar. Tapi, di sisi lain, tiadanya panggung resmi bagi wanita justru melatih nyali. Para pemain terbiasa beradu fisik dengan tim pria sejak dini. Imbasnya mentalitas mereka terbentuk lebih cepat.
"Sebuah kelemahannya adalah kami (Indonesia, Red) tidak punya kompetisi cewek. Namun, tidak ada kompetisi menjadi sebuah kelebihan juga karena mereka main dengan cowok, jadi mentalitasnya sudah berani," ucap pria yang menukangi Timnas Putri Indonesia U-16 itu.
Timo menyontohkan, gelandang timnas putri Indonesia Claudia Scheunemann.
Sejak usia sembilan tahun, pemain yang kini membela FC Utrecht Women di Liga Belanda tersebut sudah terbiasa bermain melawan tim putra.
"Makanya waktu cetak gol pertama buat Timnas Indonesia dia canggung, karena semua pada datang ngerangkulnya. Karena sebelumnya waktu cetak gol, cowok kan gak pakai rangkul-rangkul," bebernya.
"Jadi ini sesuatu kelemahan yang bisa kita lihat sebagai kelebihan. Seperti dalam kehidupan, tidak ada alasan, apapun kondisinya kita harus beri yang terbaik," lanjutnya.
Di sisi lain, Timo juga menuturkan sekarang ini kompetisi grassroots terus digodok. Wadah talenta pesepakbola putri belia bakal kembali hadir di 10 kota. Musim anyar MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025-2026 di Kota Solo bakal dimulai pada 28 Oktober hingga 2 November mendatang.
"Ini sedang buat saat ini. Ada Milklife Soccer Challenge di 10 kota tahun ini, kami sudah mulai dua tahun lalu. Jadi, kita benar-benar mulai dari bawah. Butuh waktu untuk mereka berkembang. Jadi di setiap kota kami ada extra training buat yang jago, kita lihat perkembangannya," ucap Timo.
Di lain sisi, sekarang ini Timnas Putri Indonesia U-16 sedang berjuang pada ajang ASEAN U-16 Girls Championship 2025. Tergabung dalam grup A, Indonesia akan berjibaku menghadapi dua lawan, yakni Timor Leste dan Malaysia.
Petualangan Indonesia dimulai dengan meladeni perlawanan Timor Leste (20/8) dan empat hari berselang giliran melawan Malaysia. Semua pertandingan digelar di Stadion Manahan. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy