Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gas Air Mata Tembus Stadion Manahan, Penonton Timnas Indonesia-Vietnam Kalang Kabut Pindah Tribun: Efek Kericuhan Demo di Depan Mako Brimob Terasa

Mannisa Elfira • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 01:52 WIB

 

 

Penonton di Stadion Manahan yang tengah menonton laga Timnas putri Indonesia vs Vietnam ikut kena imbas gas air mata.
Penonton di Stadion Manahan yang tengah menonton laga Timnas putri Indonesia vs Vietnam ikut kena imbas gas air mata.

RADARSOLO.COM – Pedihnya gas air mata ikut menyelimuti ribuan penonton laga perebutan tempat ketiga ASEAN U-16 Women’s Championship 2025 antara Timnas Indonesia melawan Vietnam di Stadion Manahan, Jumat sore (29/8/2025).

Suasana tegang mulai terasa menjelang babak penalti. Dari tribun timur, perlahan penonton berbondong-bondong pindah ke tribun VIP sayap selatan. Bukan karena tak ingin mendukung, melainkan karena tak kuat menahan perih di mata dan bau menyengat gas air mata yang terbawa angin.

“Terjadi pemindahan dari barat ke timur. Panas ini, di mata panas. Baunya sudah lumayan,” kata Asep, penonton asal Sumedang, yang tampak menutup hidungnya dengan kain seadanya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Solo, pergerakan penonton mulai terlihat sekitar pukul 17.28. Mereka tergesa mencari bangku kosong, sebagian menunduk, mengucek mata, sambil tetap berusaha mengikuti jalannya pertandingan.

Tak hanya penonton yang terganggu, para pemain juga terlihat mengibas-ngibaskan tangan ke wajah, seolah berusaha mengusir pedih di mata sebelum memasuki babak adu penalti.

Suara tembakan memang terus terdengar di luar stadion. Gas air mata ditembakkan aparat dari sekitar pukul 15.00 hingga 17.00. Setidaknya empat hingga lima kali letusan terdengar. Asapnya terbawa angin hingga masuk ke area stadion.

Aksi demo yang terjadi di sekitar Mako Brimob Batalyon C Pelopor, hanya berjarak beberapa ratus meter dari Stadion Manahan, menjadi pemicu.

Massa ojek online (ojol) dan masyarakat turun ke jalan untuk memprotes tewasnya Affan Kurniawan (21), pengemudi ojol yang sehari sebelumnya dilindas kendaraan taktis polisi.

Insiden itu memicu gelombang protes serupa di sejumlah daerah, termasuk di Solo. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#demo #indonesia #mako brimob #timnas