RADARSOLO.COM – Persis Solo harus mengakui keunggulan tuan rumah, Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 2-0 (1-0) pada matchday ke-4 Super League 2025/2026 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Jumat (29/8) sore.
Kekalahan ini menurunkan posisi Persis Solo di klasemen sementara. Bond kebanggaan wong Solo merosot ke peringkat 11 dengan koleksi 4 poin.
Hasil dari satu kemenangan, sekali imbang, dan dua kali kekalahan. Sebaliknya, Bhayangkara naik ke posisi 7 klasemen sementara.
Perjuangan Laskar Sambernyawa di Lampung memang tak mudah. Sepanjang laga, kedua tim saling balas membalas serangan.
Di menit ke-18, The Guardians -sebutan Bhayangkara- membuka ketegangan lewat sundulan bek nomor punggung 4, Nehar Sakdiki. Tapi, bola masih melambung di atas mistar gawang Muhammad Riyandi.
Petaka bagi Laskar Sambernyawa -julukan Persis Solo- terjadi di menit ke-24’. Aksi cepat penggawa nomor punggung 3 dari sektor kiri berbuah assist matang. Umpan manis itu disambut Ilija Spasojevic yang langsung mengoyak gawang Persis Solo. Skor 1-0 bagi Bhayangkara FC.
Belum cukup, laga makin panas. Menit ke-33’, nomor punggung 3 kembali mengirimkan umpan yang membahayakan Persis. Sundulan Sadar sempat mengoyak gawang Persis lagi.
Untungnya, Sadar terperangkap offside. Skor 1-0 untuk Bhayangkara hingga akhir babak pertama.
Usai turun minum, tak ada perubahan di kedua kesebelasan. Baik Peter de Roo ataupun Paul Munsters masih mempercayai starternya hingga awal babak kedua.
Alih-alih menyamakan kedudukan, bond kebanggaan wong Solo malah kembali kecolongan. Menit ke-52, aksi penggawa nomor 3 mengosak-asik pertahanan Persis Solo.
Umpan manisnya disambar dengan klinis oleh kaki kanan Sadat. Sempat dicek VAR, skor tetap 2-0 bagi Bhayangkara.
Tertinggal jauh, Laskar Sambernyawa coba susun serangan. Lima menit berselang, mereka mendapat bola mati dari corner kick.
Sayangnya, sepakan Sho Yamamoto langsung diamankan oleh kiper Aqil Savik. Sayang hingga peluit panjang dibunyikan, Persis gagal membalas ketertinggalannya. Bhayangkara FC menang di laga ini.
Kekalahan ini tentu sangat mengecewakan. Membuka kompetisi dengan kemenangan 2-1 di kandang Madura United, sayang tiga laga setelahnya kemenangan kedua belum juga datang.
Pekan kedua hingga keempat Persis kalah dari Persija Jakarta 0-3, seri kontra PSBS Biak 2-2, dan keok dari tangan Bhayangkara FC.
Keputusan head coach persis Solo Peter de Roo menunjuk Gervane Kastaneer sebagai ujung tombak dan menggeser Kodai Tanaka lebih kebelakang untuk ternyata jadi sebuah keputusan yang salah. Sudah sejak laga kontra PSBS, pola seperti ini tidak membuat lini depan Persis garang.
Usai pertandingan, Peter de Roo menuturkan, ini merupakan salah satu performa terburuk yang pernah dia lihat.
"Kami kesulitan mencari pemain di tengah, kami hanya memainkan bola kemudian kehilangan," ucap Peter.
Menurut Peter, ada banyak hal yang harus diperbaiki. Termasuk umpan yang ceroboh hingga lambatnya pemain dalam mengalirkan bola.
"Ini tidak sesuai dengan game plan kami. Di babak kedua, permainan agak sedikit lebih baik. Namun, Bhayangkara bermain sangat baik dan berbahaya. Tapi dari kami, banyak gerakan tidak perlu dari pemain dan transisi yang gagal," tuturnya.
Sementara itu, bek Persis Solo Xandro enggan berkomentar banyak. Yang jelas, menurutnya Persis memang tidak layak mendapatkan kemenangan hari ini.
"Tidak banyak komentar. Mereka bermain bagus hari ini, seperti yang coach bilang kami terlalu ceroboh. Pertahanan juga tidak bagus. Mereka punya peluang bagus. Kami tidak bagus hari ini, kami tidak berhak poin hari ini," ucapnya
Usai laga ini Persis akan menjalani laga kandang melawan Persijap Jepara di Stadion Manahan, 13 September mendatang. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy