RADARSOLO.COM – PSSI memberi kebijakan baru pada musim Super League 2025/2026. Setiap klub kini boleh merekrut hingga 11 pemain asing, meningkat dari musim lalu yang hanya delapan pemain di Liga 1.
Persis Solo awalnya merancang merekrut delapan pemain asing. Tiga nama lama dipertahankan: Clayton Santos (Brasil), Sho Yamamoto (Jepang), dan Jordy Tutuarima (Belanda).
Manajemen kemudian menambah kekuatan dengan mendatangkan Kodai Tanaka (Jepang), Fuad Sule (Irlandia Utara), Xandro Schenk (Belanda), dan Adriano Castanheira (Portugal).
Satu slot pemain asing lagi sudah diproyeksikan, namun hingga kickoff Super League 2025/2026 kontra Madura United pemain asing kedelapan Laskar Sambernyawa belum juga datang.
Namun, perjalanan musim tak sesuai rencana. Fuad Sule harus absen panjang akibat hukuman FIFA terkait kasus kericuhan di klub lamanya.
Kodai Tanaka juga sempat menepi karena cedera ringan. Kondisi ini memaksa Persis bergerak cepat di bursa transfer.
Manajemen lantas menghadirkan dua nama anyar: striker Gervane Kastaneer (eks Persib Bandung) dan gelandang bertahan asal Singapura, Zulfahmi Arifin. Sayangnya, nasib apes kembali menimpa Laskar Sambernyawa. Adriano Castanheira harus absen karena cedera.
Situasi itu membuat Persis kembali melakukan penyesuaian. Mereka akhirnya resmi memperkenalkan Mateo Kocijan pada awal September ini.
Gelandang bertahan asal Kroasia itu musim lalu satu tim dengan Kastaneer di Persib Bandung.
Keduanya turut membawa Maung Bandung juara Liga 1 2024/2025.
Berbeda dengan empat pemain asing eks Persib lain musim lalu yang hijrah ke Malut United, duo Kocijan–Kastaneer sempat menganggur, sebelum akhirnya dipinang Persis musim ini.
Kini, Persis sudah memiliki 10 pemain asing.
Masih ada satu slot tersisa, belum ada kepastian apakah Persis akan melengkapi kuota dengan mendatangkan pemain asing ke-11 musim ini. Semuanya masih jadi misteri.
Manajeman dan tim kepelatihan memang tengah bimbang. Masalah belum selesai. Dari 10 pemain asing di skuad, tidak semua bisa memberi kontribusi maksimal di lapangan.
Diluar Sule dan Castanheira Yng absen karena disanksi dan tengah cedera, dua nama asing lainnya ternyata kini tengah jadi sorotan tajam suporter, yakni Kastaneer dan Zulfahmi.
Kastaneer hampir selalu dimainkan sebagai starter sejak tiba di Solo. Sayangnya, performanya belum memuaskan.
Sebagai ujung tombak, dia belum sekalipun mencetak gol. Pergerakannya pun dianggap minim ancaman.
Berbeda dengan Zulfahmi Arifin. Ia lebih sering memulai laga dari bangku cadangan. Saat diturunkan pun, beberapa kali terlihat miskomunikasi dengan rekan setim dan kurang agresif dalam menutup ruang lawan.
Kritik keras kerap menghujani keduanya di kolom komentar media sosial resmi Persis usai pertandingan.
Dengan kondisi ini, publik Solo menanti jawaban. Apakah Persis akan mendatangkan pemain asing ke-11 untuk menutup celah yang ada, atau percaya diri dengan komposisi yang sekarang? Jawabannya akan jadi sorotan di sisa musim Super League. (nik)
Editor : Niko auglandy