RADARSOLO.COM - PSIM Jogja benar-benar memperlihatkan keseriusannya menatap BRI Super League 2025/26. Tim berjuluk Laskar Mataram ini belum sekalipun menelan kekalahan dan kini menembus papan atas klasemen sementara.
Kemenangan atas Persebaya Surabaya 1-0 dan Malut United FC 2-0 di laga tandang menjadi bukti kualitas tim.
Sementara hasil imbang 1-1 melawan Arema FC dan Persib Bandung di Stadion Sultan Agung menegaskan konsistensi mereka di awal musim.
Laga terakhir saat PSIM Jogja menumbangkan Malut United pada pekan ke-4 dengan skor 2-0 dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu (30/8/2025) malam, dua gol kemenangan dicetak oleh Nermin Haljeta (70’) dan Savio Sheva (73’).
Ini menjadi gol perdana bagi keduanya di musim ini, sekaligus gol pertama bagi Savio Sheva di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Gelandang 24 tahun tersebut selalu tampil dalam empat pertandingan pertama BRI Super League 2025/26. Meski dengan menit bermain yang masih terbatas, kepercayaan pelatih tetap diberikan padanya.
Savio, yang memiliki nama lengkap Domenico Savio Sheva Maresca Amavisca, memulai karier sepak bolanya bersama tim junior PSS Sleman.
Meski sempat promosi ke tim senior, ia harus meninggalkan Super Elang Jawa tanpa merasakan debut resmi. Pada Maret 2021, ia bergabung dengan PSIM Yogyakarta dan menjadi bagian penting tim hingga kini.
Selama empat musim bermain di Liga 2 bersama PSIM, Savio Sheva mencatat 41 penampilan, 6 gol, dan 3 assist. Performa gemilangnya itu membuat manajemen memperpanjang kontraknya sebelum bergulirnya BRI Super League 2025/26 untuk tiga musim ke depan.
“Saya ingin tampil lebih baik dari musim sebelumnya. Untuk tim, karena baru saja promosi, saya berharap PSIM bisa bertahan di BRI Super League dengan nyaman,” kata Sheva pada Juni 2025 lalu.
Kini, PSIM Yogyakarta menempati posisi keempat klasemen sementara dengan torehan 8 poin.
Savio Sheva menjadi salah satu pemain muda yang aksinya patut ditunggu di sisa kompetisi musim ini, menjadi salah satu simbol keberhasilan Laskar Mataram menyesuaikan diri di kasta tertinggi. (nik)