Era Emas Persika Karanganyar: Kawinkan Gelar Senior dan Junior di Kancah Nasional
Niko auglandy• Minggu, 21 September 2025 | 22:59 WIB
Persika Karanganyar meraih gelar Piala Soeratin U-17 Nasional
RADARSOLO.COM – Tahun 2025 tercatat sebagai era emas Persika Karanganyar. Setelah tim senior sukses mencatatkan prestasi sebagai runner-up Liga 4 baik di tingkat Jawa Tengah maupun nasional, giliran skuad muda mereka yang mengukir catatan bersejarah.
Persika Karanganyar U-17 tampil luar biasa dengan menjuarai Piala Soeratin 2025 putaran nasional yang berlangsung di Surakarta sejak 3 hingga 17 September.
Partai puncak yang digelar di Stadion Sriwedari Surakarta pada Rabu (17/9) menghadirkan drama sengit antara Persika Karanganyar dan Persikota Tangerang. Kedua tim tampil ngotot sejak awal laga.
Persikota, wakil dari Provinsi Banten, sempat memberikan tekanan berbahaya, namun disiplin permainan Persika membuat mereka tetap unggul. Gol-gol penentu membawa tim asal Karanganyar menutup pertandingan dengan kemenangan tipis 2-1.
Pelatih Persika U-17, Syaiful Bachri, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, laga final itu bukan sekadar adu taktik, melainkan juga pertarungan mental.
“Pertama saya ucapkan syukur Alhamdulillah kepada Gusti Allah yang Maha Esa. Semoga ke depannya Persika terus mencetak sejarah. Kunci kemenangan tim sejak awal saya tekankan kepada anak-anak adalah jangan pernah mau kalah. Tetap disiplin posisi selama 90 menit permainan,” ujarnya.
Dia menambahkan, gelar ini diharapkan menjadi batu loncatan agar para pemain bisa naik level ke kompetisi yang lebih tinggi, mulai dari Elite Pro Academy hingga tim nasional.
Di balik kemenangan Persika, sosok Davin Armadheni Herdiansa menjadi sorotan. Bek tangguh ini dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Davin mengaku sangat bersyukur bisa membawa timnya juara sekaligus menyabet penghargaan individu bergengsi tersebut.
“Alhamdulillah saya sangat senang sekali tim kami bisa menjuarai Piala Soeratin dan saya terpilih sebagai Best Player. Ini semua berkat bantuan teman-teman, coach, official, dan tentunya Allah SWT. Kemenangan ini saya persembahkan terutama untuk orang tua saya,” ucapnya penuh haru.
Dia juga menyimpan harapan besar agar suatu saat bisa mewujudkan impian menjadi pemain profesional dan mengenakan seragam tim nasional.
Meski harus puas sebagai runner-up, Persikota Tangerang tetap mendapat apresiasi dari pelatih mereka, Mulya Saputra. Ia menilai perjuangan anak asuhnya sepanjang turnamen patut dibanggakan.
“Alhamdulillah, inilah hasilnya. Saya bersyukur anak-anak berjuang luar biasa selama 2x45 menit,” katanya. Mulya menambahkan, setelah Soeratin, timnya akan dipersiapkan untuk Porprov Kota Tangerang dengan target bisa tampil lebih matang dan berprestasi lebih tinggi.
Sementara itu, perebutan tempat ketiga juga berlangsung sengit di tempat yang sama. Persija Jakarta tampil dominan dan berhasil mengalahkan Juang FC dari Aceh dengan skor telak 3-0.
Kemenangan tersebut memastikan Persija membawa pulang medali perunggu dari ajang nasional ini.
Turnamen Piala Soeratin U-17 2025 juga mencatatkan sejumlah catatan menarik. PSS Sleman sukses menyabet predikat tim fair play, sementara gelar top skor jatuh kepada penyerang Persikota Tangerang, Rifqi Zulianur, yang mencetak sembilan gol sepanjang turnamen.
Namun, puncak kejayaan jelas milik Persika Karanganyar. Keberhasilan ini semakin lengkap karena klub asal Karanganyar kini berhasil mencatatkan sejarah emas di level senior dan junior dalam satu musim kompetisi.
Dengan deretan prestasi tersebut, nama Persika Karanganyar kian berkibar di kancah sepak bola nasional. Prestasi ganda ini menjadi penegas bahwa Karanganyar bukan hanya punya sejarah, tetapi juga masa depan yang cerah di dunia sepak bola Indonesia. (nik)