RADARSOLO.COM - Nyaris mengamankan satu angka dari Stadion Segiri, Persis Solo justru tumbang di detik-detik akhir. Satu kelengahan berbuah fatal. Persis Solo dipaksa menyerah setelah gawangnya dijebol oleh Borneo FC di menit tambahan.
Inilah momok permasalahan Laskar Sambernyawa. Padahal sepanjang pertandingan, Persis tampil cukup disiplin dan mampu meredam tekanan tuan dumah.
Namun, fokus yang sedikit terpecah di ujung laga langsung dihukum oleh Borneo FC. Hasilnya, Persis Solo kalah dengan cara yang menyakitkan, lewat drama kebobolan di injury time, dengan skor akhir 1-0 untuk tuan rumah.
Mariano Peralta membawa Borneo FC unggul. Kiper Persis Muhammad Riyandi yang tampil cukup baik sepanjang laga, tak bisa mengamankan peluang emas terakhir Borneo FC.
Bukan kali pertama Persis dihukum di menit tambahan. Sebelumnya, kala menjamu Persijap Jepara di Stadion Manahan, mereka juga dipaksa menelan pil pahit.
Wasit menunjuk titik putih di menit ke-90+13’, dan Sudi Abdallah menuntaskan eksekusi untuk memastikan kemenangan 2-1 tim tamu.
Head Coach Persis Solo Peter de Roo, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Pelatih berkebangsaan Belanda itu menilai gol telat sudah terlalu sering menjadi fenomena di sepak bola Indonesia.
"Jadi, kita tidak boleh mengabaikan menit-menit akhir. Ya, itu sedikit kebiasaan di liga Indonesia. Saya tidak tahu persentasenya, tapi dalam pertandingan sebelumnya, Bandung mencetak gol di waktu tambahan dengan 10 pemain," ucap Peter.
"Setiap minggu di Indonesia, banyak gol yang tercipta di waktu tambahan. Saya sebenarnya sudah sering membahas hal itu. Karena ya, saya pikir hal itu ada hubungannya dengan fokus," lanjutnya.
Peter mengungkapkan, hal itu erat kaitannya dengan konsentrasi pemain di lapangan. Kendati demikian, dia menilai timnya tidak sepenuhnya kehilangan fokus malam itu.
"Dalam kasus ini, saya pikir kita cukup fokus. Dan itu menyedihkan, karena saya belum melihatnya kembali, tapi saya pikir kiper kita tidak terlihat terlalu baik di situ. Padahal dia sebenarnya bermain sangat baik malam itu," sambungnya.
Kebobolan di masa injury time bukan hanya persoalan Persis, melainkan fenomena yang kerap terjadi oleh kontestan Liga 1.
"Jadi ya, kita harus melihat kembali hal itu. Tapi ya, gol di waktu tambahan, itu terjadi pada kami, tapi juga terjadi setiap minggu pada banyak tim. Luar biasa betapa banyak gol yang tercipta di waktu tambahan di sini," pungkas Peter. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy