Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tak terlihat di Manahan, Ultras 1923 Desak Owner Persis Solo Lakukan Lima Poin Ini

Mannisa Elfira • Selasa, 30 September 2025 | 01:46 WIB

 

KRITIK PEDAS: Banner besar yang dipajang oleh Ultras 1923 saat laga Persis Solo melawan Arema FC di Stadion Manahan (28/9).
KRITIK PEDAS: Banner besar yang dipajang oleh Ultras 1923 saat laga Persis Solo melawan Arema FC di Stadion Manahan (28/9).
 

RADARSOLO.COM Tribun sayap selatan Stadion Manahan tak seramai biasanya, Minggu malam (28/9/2025).

Deru drum, nyanyian yang menggema, suporter Ultras 1923 yang kompak mengenakan baju hitam tak ada di sana saat Persis Solo menjamu Arema FC. Ada apa?

Mereka ternyata memilih turun ke jalan. Bukan absen, melainkan menggelar aksi di depan Patung Manahan. Dengan tagar #MelangkahBersama, mereka menyerukan aspirasi sekaligus keprihatinan.

Sehari sebelumnya, (27/9), Ultras juga menggelar diskusi jalanan yang membahas kondisi finansial klub hingga performa tim yang belum kunjung stabil.

Dalam pers rilisnya, Ultras 1923 menjelaskan mereka turun aksi ke jalan yang di maksudkan untuk menyuarakan aspirasi sebagal bentuk kekecewaan dan kepedulian terhadap kondisi tim Persis Solo.

"Ultras 1923 membawa tuntutan dan desakan terhadap Owner dan Manajemen yang dinilai kurang responsif serta mengabaikan kondisi tim. Aksi 27 September di Stadion Manahan menjadi wujud dari hasil konsidasi di internal tubuh Ultras 1923 yang sudah dilakukan beberapa kali guna merespon kondisi tim yang tidak berujung membaik sampai pekan ke-7 Liga bergulir," sebut mereka.

Lima poin tuntutan pun diajukan kepada owner dan manajemen Laskar Sambernyawa. Pertama, Ultras mendorong owner dan manajemen untuk menyelesaikan masalah di internal tim, seluruh posisi stratogis di dalam tubuh PT Peesis Solo Saestu, baik dari segi finansial sorta hal-hal yang berdampak terhadap jalannya roda tim.

"Kedua, mendesak owner dan manajemen untuk mengevaluasi tim secara keseluruhan terkait hasil minor yang di dapatkan hingga pekan terakhir. Lalu mendesak owner untuk turun langsung guna meninjau dan melihat kondisi tim," tulis mereka.

Keempat, meminta owner untuk kembali menghidupkan ruang diskusi dengan kelompok suporter demi membentuk iklim yang kondusif dan inklusif. Terakhir, mendorong owner untuk lebih adaptif terhadap iklim sepak bola di Liga Indonesia.

"Kami menyoroti kinerja tim Marketing PT. Persis Solo Saestu yang dimana dalam hal ini seharusnya dapat menggandeng pihak ketiga selaku sponsor untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk memajukan kedua belah pihak," ucap mereka.

"Nahasnya, secara visual di jersey yang ada, hanya ada dua sponsor yang menempel. Secara objektif, masyarakat umum akan menginterpretasikan bahwa Persis sulit mencari sponsor," lanjutnya.

Tak berhenti di situ, kinerja manajemen dan tim pelatih juga jadi sorotan. Menurut Ultras 1923, pelatih kepala belum mampu meracik komposisi tim maupun membangun atmosfer nyaman bagi pemain. Situasi yang dianggap kian terseok-seok tanpa arah tujuan jelas.

Owner sebagai nahkoda kapal harus mampu menghadapi badai tanpa kehilangan arah layar. Evaluasi dan refleksi harus dilakukan segera,” tegas mereka.

Tagar #MelangkahBersama mereka usung sebagai asa baru. Namun jika tak ada perubahan berarti, Ultras 1923 mengingatkan, opsi #RevolusiPersis menjadi nilai dan hal yang tidak bisa kita hindari. (nis/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #arema fc