RADARSOLO.COM – Persis Solo gigit jari. Bukannya merapat ke Kota Bengawan, gelandang anyar mereka Mateo Kocijan justru dikabarkan kembali ke klub lamanya di Kroasia, NK Tehnicar 1974. Kabar tersebut beredar luas di media sosial.
Laskar Sambernyawa – julukan Persis Solo – merasa dikhianati komitmen sang pemain.
Padahal, Kocijan sudah diperkenalkan sebagai rekrutan anyar sejak awal September lalu.
Namun hingga kini, eks gelandang Persib Bandung itu tak kunjung hadir di tim.
“Kami telah mencapai kesepakatan dengan Mateo tepat sebelum batas waktu transfer. Saat dia dalam perjalanan ke Solo, saya tidak tahu apa yang terjadi. Tapi dia tidak pernah sampai di sini,” beber Head Coach Persis Solo Peter de Roo.
Setelah itu, komunikasi dengan Kocijan maupun agennya macet.
Manajemen Laskar Sambernyawa bahkan sudah melayangkan surat peringatan resmi hingga akhir pekan lalu.
“Kami kesulitan menghubungi dia. Klub sudah mengirim ultimatum sampai akhir pekan lalu. Tapi kami tidak mendapat kabar, baik darinya maupun dari agennya,” lanjut Peter.
Situasi tersebut membuat Persis dalam posisi sulit. Transfer Kocijan sejatinya sudah dirampungkan di ujung bursa.Namun kepastian kedatangannya justru menguap.
“Pemain dan agennya menempatkan kami di posisi sulit karena transfer ini ditandatangani menjelang batas waktu. Itu yang saya tahu. Jadi saya tidak berharap dia datang dalam tiga minggu ke depan,” tandasnya.
Sikap Kocijan bisa berbuntut panjang. Manajemen Persis Solo bahkan membuka kemungkinan membawa kasus ini ke FIFA.
“Siapa tahu? Mungkin dia sadar dan berpikir ulang. Kalau tidak hati-hati, ini tidak akan lolos tanpa sanksi. Kami punya kesepakatan yang tidak dipenuhi. Tapi saya tidak ingin bicara terlalu jauh,” ucap Peter.
Sebagai catatan, Kocijan merupakan legiun asing terakhir yang diperkenalkan Persis Solo di bursa transfer putaran pertama musim ini.
Pemain asal Kroasia itu digadang-gadang bakal menambah daya gedor lini tengah Laskar Sambernyawa di Liga 1. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy