Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Persis Solo Diterjang Setumpuk Permasalahan dan Perkerjaan Rumah Berat: FIFA Match Day Jadi Kabar Baik

Mannisa Elfira • Rabu, 1 Oktober 2025 | 20:42 WIB
PENYELAMAT MUKA: Bomber asing Persis Solo Gervane Kastaneer (kiri) dibayangi bek Arema FC dalam lanjutan Liga Super di Stadion Manahan, Minggu sore (28/9).
PENYELAMAT MUKA: Bomber asing Persis Solo Gervane Kastaneer (kiri) dibayangi bek Arema FC dalam lanjutan Liga Super di Stadion Manahan, Minggu sore (28/9).

RADARSOLO. COM — Panggung kasta tertinggi sepak bola nasional tengah berhenti sejenak karena agenda FIFA Match Day.

Tiga pekan tanpa laga resmi menjadi ruang berharga bagi Laskar Sambernyawa.

Momentum ini tak hanya dipakai untuk menambal taktik dan fisik, tapi juga membangkitkan mental skuad yang sempat tertekan di awal musim.

Awal perjalanan Persis Solo di Liga 1 2025/2026 memang penuh ujian.

Bond kebanggaan wong Solo diterpa badai cedera. Tercatat tiga hingga empat pemain harus menepi untuk memulihkan kondisi.

Masalah makin pelik ketika Persis kehilangan tenaga gelandang asal Irlandia, Fuad Sule.

Dia dijatuhi sanksi larangan bermain selama sembilan pertandingan sejak laga kontra Persija Jakarta.

Sementara itu, kabar mengecewakan juga datang dari legiun asing lain, Mateo Kocijan.

Eks Persib Bandung itu dinilai tidak memenuhi komitmen terhadap klub.

Hingga pekan ketujuh, Kocijan tak kunjung hadir di Kota Bengawan.

Dampaknya jelas terlihat di papan klasemen. Dari tujuh pertandingan, Persis Solo hanya mampu mengemas satu kemenangan—pada laga pembuka melawan Madura United. Sisanya, empat kali kalah dan dua kali imbang.

“Kami membutuhkan beberapa hari pertama untuk menyegarkan pikiran karena tim ini sudah berada di bawah tekanan dan stres yang besar. Dan saya tidak perlu menjelaskan bahwa itu bukan hanya masalah sepak bola,” ucap Head Coach Persis Solo Peter de Roo, Selasa (30/9).

Meski hasil belum maksimal, Peter menegaskan dirinya tetap bangga dengan sikap serta kerja keras anak asuhnya. Termasuk saat menahan imbang Arema FC dengan skor 2-2 akhir pekan lalu.

“Orang mungkin kecewa karena tidak meraih tiga poin. Saya mengerti itu. Tapi bagi saya, para pemain sudah bekerja keras dan pantas dihargai. Mereka bermain sepak bola yang sangat baik selama 90 menit,” tuturnya.

Ke depan, Peter menaruh harapan besar pada kembalinya para pilar yang sempat absen. Salah satunya Adriano Castanheira, yang sudah mulai merumput usai pulih dari cedera hamstring.

“Kalau kami bisa segera mendapatkan lebih banyak pemain kembali, periode musim ini akan sangat berharga bagi kami,” tandas pelatih asal Belanda itu. (nis/nik) 

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis #arema fc #Peter de Roo