RADAR SOLO.COM — Harapan Timnas Indonesia untuk melangkah ke Piala Dunia 2026 akhirnya harus kandas. Dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Putaran Keempat Grup B, Minggu (13/10/2025), Garuda tumbang dari Irak di Stadion Jassim Bin Hamad, Qatar.
Kekalahan ini menjadi hasil pahit kedua beruntun setelah sebelumnya Indonesia juga dikalahkan Arab Saudi 2-3 (9/10).
Dengan hasil tersebut, Indonesia dipastikan gagal melangkah ke babak berikutnya dan harus menunggu empat tahun lagi untuk kembali berjuang.
Kluivert Ubah Formasi, Garuda Dominan di Babak Pertama
Pelatih kepala Patrick Kluivert melakukan perombakan besar dalam susunan pemain.
Posisi kiper tetap dipercayakan kepada Maarten Paes, sementara lini belakang diisi Kevin Diks, Rizky Ridho, Jay Idzes, Dean James, dan Verdonk.
Di lini tengah, Joey Pelupessy dan Thom Haye ditugaskan mengatur tempo permainan. Sedangkan trisula serang diisi Ricky Kambuaya, Eliano Reijnders, dan Mauro Zijlstra.
Sejak awal laga, Indonesia tampil agresif dan berani mengambil inisiatif serangan.
Beberapa peluang emas tercipta, di antaranya tendangan bebas Dean James yang melenceng tipis di menit ke-20 dan sepakan keras Kevin Diks yang membentur tiang gawang.
Meski unggul dalam penguasaan bola dan peluang, skor 0-0 tetap bertahan hingga babak pertama usai.
Gol Tunggal Irak Akhiri Asa
Memasuki babak kedua, alur permainan berubah. Irak mulai menekan, sementara Indonesia kesulitan mempertahankan intensitas.
Kluivert menarik keluar Ricky Kambuaya dan memasukkan beberapa pemain baru untuk menambah tenaga di lini tengah.
Sayang, justru di tengah tekanan, gawang Maarten Paes kebobolan lewat aksi Z. Iqbal di menit ke-76. Gol tersebut menjadi satu-satunya di laga ini dan memastikan kemenangan Irak 1-0.
Drama terjadi di menit-menit akhir. Pertandingan berlangsung panas dan diwarnai banyak pelanggaran keras.
Wasit bahkan sempat dikerumuni pemain setelah beberapa insiden tak ditinjau lewat VAR.
Irak akhirnya bermain dengan 10 pemain usai Zaid Tahseen diganjar kartu merah di menit ke-90+9’.
Namun, hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap tak berubah. Indonesia harus pulang tanpa poin.
Statistik: Garuda Unggul, Tapi Kurang Tajam
Secara statistik, Indonesia tampil lebih dominan dengan 56 persen penguasaan bola dibanding Irak yang mencatat 44 persen.
Garuda mencatat 9 tembakan, namun hanya 1 yang tepat sasaran, sementara Irak lebih efisien dengan 7 tembakan dan 2 on target, salah satunya berbuah gol.
Dalam hal kedisiplinan, Indonesia tercatat melakukan 18 pelanggaran dan menerima 6 kartu kuning, sedangkan Irak melakukan 6 pelanggaran dengan 1 kartu kuning dan 1 kartu merah.
Klasemen Grup B: Indonesia Terpuruk
Kekalahan Indonesia atas Irak membuat Garuda kalah dua kali beruntung, setelah sebelumnya Indonesia juga dikalahkan Arab Saudi 2-3 (9/10).
Dengan hasil tersebut, Indonesia dipastikan gagal melangkah ke babak berikutnya dan harus menunggu empat tahun lagi untuk kembali berjuang.
Kekalahan ini membuat Indonesia terbenam di dasar klasemen Grup B putaran keempat dengan 0 poin dari dua laga.
Sementara Irak dan Arab Saudi akan saling berebut tiket otomatis ke Piala Dunia 2026 atau minimal posisi runner-up untuk lolos ke putaran kelima.
Keduanya akan bentrok di laga penentuan pada 15 Oktober mendatang. (nik)