RADARSOLO.COM – Setelah kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026, sorotan publik kini tertuju pada kursi pelatih kepala.
Di tengah derasnya seruan #KluivertOut di media sosial, dukungan agar Shin Tae-yong (STY) kembali menukangi skuad Garuda pun menguat, bahkan datang dari kalangan legislatif.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai bahwa Shin Tae-yong layak dipertimbangkan kembali untuk memimpin Timnas Indonesia.
Ia menilai, pelatih asal Korea Selatan itu pernah memberikan warna dan karakter permainan yang kuat selama masa kepemimpinannya.
"Siapa pun menjadi pelatih, tentu kami berharap yang terbaik untuk Timnas kita. Memang STY pernah memberi warna tersendiri bagi timnas kita. Mungkin bisa jadi pertimbangan," ujar Lalu, Senin (13/10/2025).
STY Dinilai Masih Punya Nilai Lebih
Menurut Lalu, kembalinya Shin Tae-yong bisa menjadi pilihan realistis bagi PSSI di tengah tekanan publik yang kecewa terhadap performa Patrick Kluivert.
Apalagi, selama 4 tahun menukangi Indonesia sejak Desember 2019 hingga awal 2025, STY berhasil membawa perubahan signifikan, baik dari segi taktik maupun mental bertanding.
Di bawah asuhannya, peringkat FIFA Indonesia naik drastis dari posisi 173 ke 127 dunia, sekaligus mengangkat kembali semangat para pemain muda di level internasional.
Meski begitu, Lalu menegaskan DPR tidak memiliki kewenangan langsung dalam menentukan pelatih Timnas, melainkan hanya bisa memberi masukan kepada PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional.
"Kalau ada pelatih lain yang lebih bagus dari STY atau Patrick Kluivert, tentu semua itu kembali ke PSSI. Kami di DPR hanya bisa memberikan saran," tambahnya.
PSSI Diminta Evaluasi Total
Politikus asal NTB itu juga meminta PSSI segera melakukan evaluasi menyeluruh setelah kegagalan Indonesia menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Menurutnya, evaluasi harus mencakup seluruh aspek, mulai dari pelatih, pemain hingga manajemen tim nasional.
"Pertama yang harus dilakukan PSSI adalah evaluasi total. Wewenang penuh ada di PSSI, apakah akan memberhentikan atau mengganti pelatih," tegasnya.
Lalu juga menyatakan sepakat dengan langkah manajer tim nasional, Sumardji, yang berencana melaporkan seluruh hasil evaluasi pertandingan kepada Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Exco PSSI sebagai dasar pengambilan keputusan.
"Saya sepakat dengan Pak Sumardji bahwa laporan menyeluruh kepada Ketum, Waketum, dan Exco PSSI sangat penting untuk menentukan langkah ke depan," pungkasnya.
Seruan #KluivertOut dan Kerinduan pada Shin Tae Yong
Kekalahan tipis 0-1 dari Irak di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, menjadi akhir pahit bagi perjalanan Timnas di kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Hasil itu memicu kekecewaan besar di kalangan suporter yang langsung menyerukan tagar #KluivertOut di media sosial.
Tak berhenti di dunia maya, bahkan nama Shin Tae-yong terdengar bergema di stadion usai laga.
Banyak pendukung Tim Garuda yang menilai, hanya STY yang mampu mengembalikan disiplin, semangat juang, dan konsistensi permainan seperti era sebelumnya.
Kini bola panas ada di tangan PSSI, yang akan menentukan apakah Patrick Kluivert tetap dipertahankan atau akan dilakukan pergantian pelatih. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria