RADARSOLO.COM — Wajahnya memang jarang terlihat emosional di depan kamera. Tenang, kalem, dan fokus menjadi citra yang melekat pada sosok Calvin Verdonk, bek kiri tangguh Timnas Indonesia. Namun, di balik sikapnya yang pendiam, Verdonk ternyata menyimpan kekecewaan mendalam atas kegagalan skuad Garuda melangkah lebih jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Indonesia harus mengubur mimpi tampil di Piala Dunia usai terhenti di putaran keempat zona Asia. Kekalahan dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) membuat langkah Garuda terhenti. Bagi para pemain, hasil tersebut jelas menyakitkan, tak terkecuali bagi Verdonk.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, pemain keturunan Belanda itu menuliskan curahan hatinya secara terbuka.
“Setiap kemunduran membakar semangatmu. Kita akan kembali — lebih kuat, bersama. Bersyukur atas segalanya dan semua orang dalam perjalanan ini. Bangga mengenakan lambang ini dan mewakili Indonesia. Terima kasih untuk semua yang telah percaya pada kami,” tulis Verdonk.
Unggahan itu muncul tak lama setelah Indonesia dipastikan gagal melaju ke putaran selanjutnya usai kalah tipis dari Irak.
Pesan singkat namun penuh makna itu langsung mendapat ribuan komentar dukungan dari suporter Garuda. Banyak yang memuji ketulusan dan keteguhan hati Verdonk yang tetap menunjukkan rasa bangganya membela Merah Putih, meski hasil tak berpihak.
Dikenal sebagai pemain yang jarang mengekspresikan diri di luar lapangan, unggahan tersebut seolah menjadi cerminan sisi emosional seorang Calvin Verdonk.
Di lapangan, pemain berusia 27 tahun itu dikenal tangguh dan solid di sektor kiri pertahanan. Selain kuat bertahan, ia juga mampu membantu serangan dan memiliki keunggulan dalam mengeksekusi tendangan bebas. Namun di luar lapangan, Verdonk lebih memilih untuk menjauh dari sorotan publik.
Ia disebut sebagai sosok pendiam, rendah hati, dan disiplin, yang prinsipnya sederhana: fokus di pertandingan, lalu pulang. Meski tak terlalu aktif di media sosial seperti rekan-rekannya, setiap unggahannya selalu dinantikan oleh para penggemar.
Dengan gaya khasnya yang kalem namun berkarakter kuat, Verdonk kini menjadi simbol profesionalisme baru di skuad Garuda. Kegagalannya kali ini bukan akhir — melainkan bahan bakar untuk bangkit di panggung berikutnya. (nik)
Editor : Niko auglandy