RADARSOLO.COM - Usai menduduki kursi Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan belum melepas perannya sebagai ketua panitia pelaksana (panpel) pertandingan. Struktur panpel masih sama, menunggu penyesuaian regulasi dan kebutuhan klub.
Ginda menjelaskan, untuk posisi ketua panpel masih dipegang olehnya sambil menunggu keputusan terbaru. Hal itu diambil agar roda operasional pertandingan tetap berjalan lancar. Apalagi kompetisi sudah digulirkan kembali usai jeda panjang.
"Sementara masih (jadi ketua panpel) ya, nanti kan kita lihat regulasinya seperti apa, masih dimungkinkan apa tidak. Kalau memang harus ganti ketua panpel, ya kita ganti. Tapi kan panpel itu kan sebenarnya bagian dari klub juga," papar Ginda.
Ginda sendiri bukan sosok yang asing di Kota Bengawan. Di dunia sepakbola, pria kelahiran Belanda, 22 Februari 1975 itu sempat menjabat sebagai wakil presiden DPP Pasoepati. Dia juga merupakan mantan DPRD Solo, kader PSI, dan ketua panpel pertandingan Persis Solo.
"Saya rasa langkah pertama yang akan kami lakukan adalah komunikasi dengan seluruh stakeholder. Dengan manajemen, tim, suporter, teman-teman media semuanya. Nanti kami akan minta masukannya, apa yang perlu diperbaiki. Kalau yang sudah baik akan kami lanjutkan," tegasnya.
Ginda meminta waktu. Dia juga mengingatkan, Persis telah ditunggu pertandingan yang sangat menantang. Terdekat Sho Yamamoto dan kawan-kawan akan menjamu Malut United di Stadion Manahan, 20 Oktober mendatang.
"Jangan lupa kita punya tiga pertandingan yang menantang. Akan ketemu tim juga supaya bisa maksimal. Saya rasa, ekspektasi teman-teman juga tinggi, apalagi posisi mungkin lagi kurang bagus," tuturnya.
"Tapi saya selalu akan menyampaikan, ini bukan hanya masalah kemenangan, tetapi masalah kebersamaan, dari semuanya," lanjut Ginda.
Ginda bakal berkolaborasi dengan Dewan Komisaris anyar, Adityo Rimbo Galih Samudro. Pria kelahiran Surakarta 27 Maret 1995 tersebut ternyata keponakan mantan Presiden Indonesia Joko Widodo. Putra dari pasangan mantan ketua MK, Anwar Usman-Idayati. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy