RADARSOLO.COM - Tanggung jawab dan maaf. Itulah kalimat yang terlontar dari mulut bek Persis Solo, Eky Taufik setelah dipecundangi Malut United 1-3 pada matchday ke-9 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Senin (20/10).
Menurut Eky, instruksi pelatih sudah jelas, antisipasi sudah diingatkan. Namun yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Eky tak menepis bahwa, mereka kembali menelan kekalahan setelah deretan kesalahan yang membuat gawang mereka jebol di tangan Laskar Kie Raha. "Pertama kami pemain dan pelatih bertanggung jawab atas kekalahan malam ini (20/10). Kami minta maaf kepada seluruh suporter," ucap Eky.
Secara taktik, Eky mengatakan pelatih sebenarnya sudah menginstruksikan untuk mengantisipasi counter attack dari Malut. Hanya saja, beberapa keputusan di momen krusial berujung fatal.
"Tapi beberapa kali, kami mengakibatkan kesalahan, keputusan yang fatal yang mengakibatkan kebobolan. Jadi kita sebenarnya sudah kita sudah antisipasi, cuma kita beberapa kali mengambil keputusan keliru," tuturnya.
"Jadi kita harus bertanggung jawab atas hasil ini. Kita akan berusaha untuk pertandingan selanjutnya, memaksimalkan pertandingan selanjutnya," tandas pemain asal Sragen tersebut.
Seperti dugaan, Malut United memaksimalkan counter attack andalannya kemarin malam. Lewat serangan balik yang cepat, Tyronne del Pino buka keran keunggulan Makut. Berhadapan dengan Muhammad Riyandi, bola melambung yang menatap mistar atas gawang Persis membawa Malut unggul 0-1.
Usai turun minum, Malut menggandakan kedudukannya. Tyronne Gustavo mencatatkan namanya kedua kali untuk Laskar Kie Raha. Ditambah lagi oleh Yakob Sayuri yang sukses mengoyak gawang Muhammad Riyandi. Skor 0-3 untuk keunggulan Malut United.
Menit ke-68, Kodai Tanaka menipiskan jarak. Sundulannya dari umpan corner kick mampu menggetarkan gawang Angga Saputro. Skor menjadi 1-3. Skor sama hingga peluit panjang dibunyikan.
"Ini jelas mengecewakan baik dari segi performa maupun hasil. Saya pikir saya sudah membahas dengan anda tentang apa bahayanya Malut," sebut Head Coach Persis Solo Peter de Roo.
"Terutama dalam serangan balik. Kami banyak melakukan hal-hal yang tidak perlu seperti umpan yang tidak tepat. Kemudian ada kecerobohan di beberapa momen dan juga lini belakang yang tidak terorganisir," lanjut Peter.
Peter mengakui, anak asuhnya kalah dalam serangan balik. Di sisi lain, mereka jug menguasai bola terlalu lambat. Bola tidak bergerak dengan cepat.
"Seperti yang saya katakan kemarin, Malut tim yang berbahaya dalam serangan balik, dan itulah yang telah menghancurkan kita," sambung pelatih berkebangsaan Belanda itu. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy