Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

I.League dan APPI Perangi Rasisme dan Bullying: Sepak Bola Ruang untuk Semua

Niko auglandy • Selasa, 28 Oktober 2025 | 05:10 WIB
BERJIBAKU: Gelandang Persis Solo Sho Yamamoto saat melawan Malut United di Stadion Manahan, belum lama ini.
BERJIBAKU: Gelandang Persis Solo Sho Yamamoto saat melawan Malut United di Stadion Manahan, belum lama ini.

 

RADARSOLO.COM – I.League bersama Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) resmi meluncurkan kampanye Anti Racism dan Anti Bullying di lingkungan kompetisi sepak bola nasional. erakan ini menjadi penegasan komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem sepak bola Indonesia yang lebih inklusif, sehat, dan berbudaya.

Langkah tersebut hadir sebagai respons atas keprihatinan terhadap masih maraknya tindakan rasisme dan perundungan (bullying) yang dialami pemain dari musim ke musim, baik di dalam stadion maupun di ranah digital.

Data internal menunjukkan bahwa kasus diskriminatif masih terjadi, bahkan kerap muncul dalam bentuk ejekan verbal, gestur, hingga unggahan di media sosial.

Kolaborasi strategis antara I.League dan APPI ini tidak sekadar kampanye simbolik. Lebih jauh, keduanya menyiapkan program edukasi, advokasi, serta pelibatan aktif seluruh pemangku kepentingan sepak bola untuk benar-benar menekan praktik rasisme dan bullying di seluruh level kompetisi.

“Kolaborasi ini menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya membangun atmosfer kompetisi yang lebih sehat, beradab, dan profesional. Sepak bola adalah ruang untuk semua, tanpa diskriminasi. Dengan semangat kebersamaan, kami berharap kampanye ini bukan hanya menjadi simbol, tapi gerakan nyata yang diikuti oleh semua stakeholder,” ujar Direktur Utama I.League Ferry Paulus.

Lebih dari sekadar kampanye moral, kerja sama ini juga menyentuh aspek penting lain dalam pembenahan sepak bola nasional.

Di antaranya penguatan kanal komunikasi antara pemain dan operator liga, pembentukan sistem mediasi untuk menyelesaikan sengketa yang melibatkan pemain, serta peningkatan transparansi dan keterbukaan informasi di antara semua pihak.

APPI yang selama ini menjadi wadah utama bagi pemain dalam menyampaikan aspirasi dan keluhan, kini memegang peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara pesepak bola dan penyelenggara kompetisi.

“Kami menyambut baik kerja sama ini karena ini bukan hanya soal kampanye, tapi tentang keberpihakan terhadap masa depan sepak bola Indonesia. Pemain membutuhkan ruang aman untuk berkembang, dan sinergi dengan I.League adalah bukti bahwa kita bisa saling mendukung untuk mewujudkan hal tersebut,” ungkap Presiden APPI Andritany Ardhiyasa.

Ke depan, I.League dan APPI bertekad menjadikan kolaborasi ini sebagai fondasi komunikasi strategis yang lebih terbuka dan konstruktif.

Tujuannya tidak hanya memperkuat kesejahteraan pemain dan keberlanjutan kompetisi, tapi juga meneguhkan nilai-nilai sportivitas, empati, dan saling menghargai, baik di dalam maupun luar lapangan.

Lewat gerakan ini, I.League dan APPI mengajak seluruh elemen sepak bola Indonesia. Mulai dari pemain, klub, suporter, media, hingga masyarakat umum, untuk bersama menolak segala bentuk diskriminasi dan kekerasan verbal, sekaligus membangun kultur sepak bola yang lebih manusiawi dan membanggakan. (nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#I League #appi