RADARSOLO.COM – Tanpa riuh Jakmania, tanpa gegap gempita tribun, Persija Jakarta tetap mengaum lantang di tanah rantau.
Stadion Manahan, Solo, menjadi saksi bagaimana semangat Macan Kemayoran tak pernah padam, meski laga kontra PSBS Biak Jumat malam (31/10/2025) digelar tanpa penonton.
Tapi malam itu, sepi berubah jadi sakral. Karena di tengah keheningan, nama Emaxwell Souza de Lima bergema tiga kali.
Pemain asal Brasil itu tampil bagai petir yang menyambar.
Tiga kali ia menjebol gawang lawan—menit ke-17 lewat titik putih, menit ke-61 melalui sontekan cerdas, dan ditutup dengan penyempurna di menit ke-90. Hat-trick yang membuat Persija menang meyakinkan 3-1 atas PSBS Biak.
PSBS sempat memberi perlawanan lewat gol Pablo Andrade Plaza da Silva di menit ke-40.
Namun itu hanya menjadi jeda kecil sebelum badai datang. Persija tampil dominan sepanjang babak kedua.
Aliran serangan mereka begitu hidup, seperti menemukan kembali DNA permainan khas Macan Kemayoran: cepat, agresif, dan tak mengenal kata menyerah.
Meski laga ini digelar di luar kandang karena rumput JIS tengah dalam perawatan, Persija tampil seolah berada di rumah sendiri.
Setiap umpan silang, setiap tekel, dan setiap teriakan dari bench pemain menghidupkan atmosfer seakan Jakmania hadir di tribun Manahan.
Kemenangan ini membuat langkah Persija semakin mantap di papan atas Super League 2025/2026. Dari sepuluh pertandingan, mereka mengantongi 20 poin—hasil dari enam kemenangan, dua seri, dan dua kekalahan.
Macan Kemayoran kini menempati posisi kedua klasemen, hanya tertinggal empat angka dari pemuncak sementara Borneo FC Samarinda yang masih sempurna dengan delapan kemenangan dari delapan laga.
Maxwell sendiri menjadi bintang paling terang malam itu.
Dengan tambahan tiga golnya, ia kini menabung delapan gol musim ini, hanya terpaut satu dari striker Arema FC, Dalberto, yang masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak.
Setelah peluit panjang dibunyikan, Maxwell sempat menengadah ke langit Solo.
Dia mengepalkan tangan, menatap rekan-rekannya satu per satu.
Dan di Super League musim ini, tampaknya tak ada yang lebih berbahaya dari Persija yang sudah menemukan kembali amarahnya. (nik)
Editor : Niko auglandy