RADARSOLO.COM – Kompetisi MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2025/2026 yang berlangsung di Lapangan Kottabarat dan Lapangan Banyuanyar resmi berakhir.
Di ajang kompetisi sepak bola putri ini, SD Al Azhar Syifa Budi menyabet juara 1 KU-10 usai mengalahkan SDN Cemara Dua 3-2 di partai final. Sementara posisi tiga bersama KU-10 diduduki oleh SDN 02 Malang Jiwan dan MA Ta'mirul Islam.
Sementara itu dari KU 12, SD Kristen Manahan Surakarta menjadi yang terbaik, usai jadi juara setelah menang 4-1 atas MIN 9 Sragen. Lalu juara tiga bersama diraih oleh SDIT Muhammadiyah Al Kautsar dan MIN Surakarta.
Hasil ini menjadi pembuktian bahwa pembinaan usia dini pesepakbola putri di Kota Bengawan dan sekitarnya menunjukkan arah yang cukup potisif.
Head Coach Timnas Putri Indonesia U-16 Timo Scheunemann melihat sekolah-sekolah mulai serius dalam membina muridnya yang potensial. Bahkan mereka juga sudah memberanikan diri untuk mengasah kemampuan di sekolah sepak bola (SSB).
"Saya melihatnya, sekolah-sekolah lebih serius untuk menyiapkan diri. Jadi terlihat dari cara bermainnya sudah ada perkembangan," ucap Timo saat ditemui usai final, Minggu (2/11/2025).
Timo menyebutkan salah satu sekolah yang menunjukkan perkembangan besar itu adalah MIN 9 Sragen. Dia menilai, kemampuan para pemainnya mulai merata. Meski begitu, sekolah-sekolah lainnya juga dinilai mempertontonkan kemajuan pesat.
"Tapi paling tidak, kebanyakan sekolah itu ada perkembangan secara individu. Karena kalau di sekolah kan memang bukan SSB, jadi yang bermain itu campuran antara suka main bola atau masih baru belajar," lanjut Timo.
Timo mengapresiasi semakin banyak pemain putri Solo yang berani melangkah jalur pembinaan lebih serius. Mereka tak hanya bermain di lingkungan sekolah, tapi juga menambah jam terbang di SSB, bahkan berani berlatih bersama tim laki-laki.
"Kalau kita lihat MIN 9 Sragen kan juga banyak yang bermain dengan SSB. Jadi itu yang saya harap ditiru oleh sekolah-sekolah lain, selain tentu saja tetap latihan konsisten di lingkungan sekolah," lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengapresiasi gelaran kompetisi yang memberi ruang bagi potensi pesepak bola putri belia. Menurutnya, antusiasme peserta begitu besar. Tercatat ada sekira 1.700 pemain dari hampir 100 sekolah ikut serta di ajang ini. Ini menjadi bukti bahwa minat terhadap sepak bola putri di Solo kian meningkat.
"Ini kedua kalinya saya hadir di acara MilkLife Soccer Challenge. Saya mengapresiasi untuk penyelenggara yang sudah memberikan ruang untuk anak-anak, khususnya anak perempuan yang bermain sepak bola di kelomppok usia 10 maupun 12 tahun," kata Astrid.
Turnamen semacam ini dinilai bukan sekadar ajang unjuk kemampuan. Tapi juga juga wadah pembinaan karakter dan mental kompetitif bagi pelajar putri. Bagi Astrid, ini merupakan sebuah kebanggaan untuk Kota Solo.
"Adanya turnamen semacam ini memberikan ada nafas yang baru, lebih seger. Kita gerakan bibit-bibit atlet. Kami tahu juga dari ajang seperti ini sudah ada beberapa pemain yang menembus timnas," lanjutnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy