RADARSOLO.COM – Pemain senior PSIM Jogja, Andy Setyo, kembali turun ke lapangan, bukan bersama tim utama, melainkan membela tim Elite Pro Academy (EPA) PSIM U20. Ia berstatus sebagai pemain “joker” dalam ajang EPA Super League 2025/26.
Andy tercatat tampil dalam dua laga: pekan kelima melawan Malut United FC di Stadion Dwi Windu, Bantul (25/10), dan pekan ketujuh kontra Persis Solo U20 di Stadion Sriwaru, Surakarta (1/11).
Sayangnya, kehadiran sang bek tangguh belum mampu membawa kemenangan. PSIM U20 kalah 0–2 dari Malut United dan kembali tumbang dengan skor sama 0–2 dari Persis Solo.
Sehari berselang, Minggu (2/11), PSIM U20 kembali menelan kekalahan lebih telak, 1–5 dari Persis. Pada laga itu, Andy tidak dimainkan.
Penampilan Andy di skuad muda PSIM merupakan bagian dari program pemulihan cedera lutut yang sempat membuatnya absen panjang.
Dia fokus mengembalikan kebugaran fisik, kepercayaan diri, dan feeling bertanding.
“Tujuan pelatih pastinya baik. Saat ini, saya sedang dalam proses setelah pemulihan cedera dan menguatkan fisik,” ujar Andy.
Kehadiran pemain berusia 28 tahun itu dimungkinkan oleh regulasi EPA Super League 2025/26, yang memperbolehkan setiap tim U20 mendaftarkan maksimal lima pemain “joker”.
Pemain ini bisa berasal dari tim U23 atau pemain senior (tanpa batas usia), selama belum bermain penuh 90 menit di laga tim utama sehari sebelumnya.
Andy mengakui, proses pemulihan cedera lutut bukan hanya soal fisik. Ada faktor mental yang harus diatasi.
“Permasalahan utamanya mungkin hanya soal trauma. Jadi, pelatih menurunkan saya di EPA U20 ini agar mulai terbiasa dengan suasana pertandingan dan menghilangkan rasa trauma itu sendiri,” tuturnya.
Selama bermain di tim muda, Andy kerap ditempatkan sebagai full back dan kadang di posisi bek tengah.
Tugasnya tetap sama: mengontrol lini pertahanan dan menjaga organisasi tim. Dia menilai performa tim EPA PSIM U20 sudah cukup bagus, namun masih perlu peningkatan di beberapa aspek.
“Hanya saja perlu ditingkatkan lagi kekompakan dan komunikasinya,” ujarnya memberi evaluasi.
Selain fokus memulihkan diri, kehadiran Andy juga membawa pesan motivasi bagi para pemain muda Laskar Mataram.
“Terus berproses dan asah kemampuan. Jangan malu dan sungkan untuk bertanya ke pelatih terkait latihan ataupun pertandingan,” pesan Andy menutup perbincangan. (nik)
Editor : Niko auglandy