Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Van Gastel Siap Tempur! PSIM Jogja Siap Datang Lawan Persis Solo dengan Mental Juara

Niko auglandy • Jumat, 7 November 2025 | 01:15 WIB

Laga persahabatan antara Persis Solo melawan PSIM Jogja.
Laga persahabatan antara Persis Solo melawan PSIM Jogja.


RADARSOLO.COM – Sebuah drama sarat gengsi siap tersaji akhir pekan ini. Laga bertajuk “Derby Mataram” antara Persis Solo melawan PSIM Jogja dipastikan menjadi magnet utama publik sepak bola tanah air.

Pertandingan Persis Solo vs PSIM Jogja akan digelar di Stadion Manahan Solo, Sabtu (8/11/2025) malam, dan diyakini bakal berlangsung panas mengingat rivalitas panjang dua tim bertetangga tersebut.

Pelatih PSIM Jogja, Jean Paul van Gastel, memastikan timnya sudah melakukan persiapan matang untuk menghadapi laga bergengsi itu. Ia menegaskan seluruh pemain siap tempur, baik secara fisik maupun mental.

‎“Persiapan tim baik dan sama. Tidak banyak yang akan berubah,” ujar Van Gastel saat ditemui di Stadion Mandala Krida, Selasa (4/11).

Pelatih asal Belanda itu mengaku sudah memahami atmosfer dan intensitas tinggi yang menyelimuti setiap laga derby, termasuk Derby Mataram kali ini.

“Selalu senang rasanya bermain di laga derby seperti (Mataram) ini. Apalagi jika derby itu sudah tidak lama dimainkan, orang akan antusias untuk menonton laga ini,” ungkapnya.

‎Menurut Van Gastel, tampil di laga besar dengan tekanan publik justru menjadi motivasi tambahan bagi skuadnya. Meski berstatus tim tamu, PSIM tetap bertekad membawa pulang hasil maksimal.

“Buat saya ini seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya. Dan tentu saja saya ingin memenangkan pertandingannya nanti,” tegasnya.

‎Secara klasemen, PSIM kini berada di papan atas BRI Super League 2025/2026, sementara Persis Solo masih berjuang keluar dari zona degradasi. Namun, Van Gastel menilai jarak itu bukan jaminan kemenangan mudah bagi timnya.

‎“Persis Solo mungkin agak kurang beruntung, karena saya melihat mereka sebenarnya juga tidak bermain buruk,” tandasnya.

Rivalitas Panjang Sejak 1930

Pertemuan dua tim ini bukan sekadar laga biasa. Persis Solo dan PSIM Jogja sama-sama termasuk pendiri PSSI pada 1930, yang membuat duel ini sarat nilai historis.

Pada masa lalu, pertemuan keduanya sering disebut sebagai “Derby Jawa” karena menjadi simbol kebanggaan daerah masing-masing.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, duel ini jarang terjadi. Terakhir kali mereka bentrok adalah di Liga 2 musim 2021.

Saat itu, Persis gagal menang atas PSIM. Bermain imbang 0-0 di Stadion Mandala Krida, kemudian kalah 0-1 di Stadion Manahan.

Musim ini, keduanya kembali bertemu di kasta tertinggi, Liga 1. Laga nanti menjadi episode baru Derby Mataram di level tertinggi sepak bola nasional.

‎PSIM Lebih Diunggulkan

Melihat situasi terkini, PSIM datang ke Manahan dengan kepercayaan diri tinggi. Selain berstatus juara Liga 2 musim lalu, mereka juga tampil konsisten di papan atas klasemen sementara.

‎Sementara Persis justru berada di posisi genting, terpuruk di zona degradasi dan belum pernah menang dalam sembilan laga terakhir.

Kendati begitu, tampil di kandang sendiri akan menjadi tantangan harga diri bagi Persis. Mereka tentu tak ingin kembali menelan kekalahan di depan pendukung fanatiknya. Namun, duel Derby Mataram selalu punya cerita sendiri—dan apa pun bisa terjadi di lapangan. (iza/laz/JPG/nik)

Editor : Niko auglandy
#Super League #psim jogja #persis solo #liga 1