RADARSOLO.COM - Nama Soeharto kini kembali ramai dibicarakan setelah muncul wacana pengusulan dirinya menjadi Pahlawan Nasional.
Namun, di balik kontroversi dan perdebatan tentang masa pemerintahannya, ternyata ada sisi menarik dan jarang diketahui publik—yakni keterlibatan Soeharto dalam dunia sepak bola, khususnya dengan klub legendaris Persis Solo.
Jauh sebelum duduk di kursi kepresidenan, Soeharto muda sempat menjadi pengurus Persis Solo. Tepatnya pada 24 November 1954.
Kepengurusan baru klub dibentuk dengan A.E. Said sebagai ketua, dan Overste Soeharto (Letnan Kolonel Soeharto) menjabat sebagai Wakil Ketua I.
Kala itu, pangkat “Overste” setara dengan Letnan Kolonel, dan Soeharto baru saja berpindah tugas ke Surakarta sebagai Komandan Brigade 15.
Selain Soeharto, jajaran pengurus Persis kala itu juga diisi oleh sejumlah nama lain seperti Sumokartiko (Wakil Ketua II), A.W. Gani dan Moch Islandar (Penulis I dan II), Murjatmodjo serta Suhardi (Bendahara I dan II), serta Sutowigyo dan Suhardo yang menjabat sebagai Pemimpin Kompetisi.
Kepengurusan ini menjadi tonggak penting dalam upaya membangun kembali kejayaan Persis Solo di kancah Kejurnas PSSI 1953/1954.
Menariknya, kiprah Soeharto di Persis Solo seakan menjadi cikal bakal semboyannya di masa kepresidenan: “Mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga.”
Buku Renovasi Stadion Sriwedari (1983) bahkan menuliskan bahwa Soeharto paham betul pentingnya olahraga bagi bangsa.
“Dengan olahraga dapat dicapai masyarakat yang sehat lahir dan batin, seperti pepatah Men sana in corpore sano — dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” tulis buku itu.
Tak berhenti di situ, kecintaan Soeharto terhadap sepak bola juga menurun kepada putranya, Sigit Harjojudanto.
Pada tahun 1978, Sigit mendirikan klub Arseto Jakarta, yang kemudian pindah markas ke Solo pada 1983.
Klub ini pernah menjadi salah satu kekuatan besar di sepak bola nasional sebelum akhirnya bubar pada 1998, tak lama setelah Soeharto lengser dari jabatannya sebagai presiden.
Sisi ini menunjukkan bahwa Soeharto bukan hanya dikenal sebagai tokoh militer dan politik, tapi juga punya jejak kuat dalam dunia sepak bola Indonesia—khususnya lewat Persis Solo dan Arseto Solo, dua klub yang kini menjadi bagian dari sejarah panjang sepak bola Tanah Air. (nik)
Editor : Niko auglandy