Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sebelum Derby Mataram, Peter de Roo Sempat ke Rumah Pelatih PSIM Jogja, Ini Bocoran Obrolannya

Niko auglandy • Sabtu, 8 November 2025 | 03:55 WIB
Jean-Paul van Gastel saat memimpin PSIM Jogja
Jean-Paul van Gastel saat memimpin PSIM Jogja

RADARSOLO.COM - Derby Mataram musim ini punya cerita tambahan. Persis Solo dan PSIM Jogja sama-sama mempercayakan tim kepada pelatih asal Belanda. Persis memilih Peter de Roo, sementara PSIM mendatangkan Jean-Paul van Gastel sebagai head coach.

Namun saat duel panas di Stadion Manahan, Sabtu malam (8/11/2025), keduanya justru tidak akan berdiri bersamaan di pinggir lapangan.

Peter de Roo dikabarkan tengah dinonaktifkan oleh manajemen Persis Solo akibat rentetan hasil minor yang dialami Laskar Sambernyawa.

Yang menarik, jauh sebelum keputusan itu muncul, Van Gastel mengungkapkan bahwa ia mengenal dengan baik sosok Peter de Roo.

Kenal, Pernah Ngobrol di Rumah

Sama-sama berasal dari Belanda membuat hubungan keduanya cepat akrab. Van Gastel bahkan mengungkapkan bahwa keduanya pernah bertemu dan berbincang empat mata.

“Saya tahu dan kenal Peter. Beberapa pekan lalu dia datang ke rumah saya, kami berbicara dan diskusi tentang banyak hal,” ujar Van Gastel, dilansir dari Jawa Pos Radar Jogja.

Baca Juga: Karteker Optimistis Persis Solo Bisa Jegal PSIM Jogja di Derby Mataram

Meski tampak akrab, perkenalan mereka tergolong baru. Van Gastel menambahkan:

“Saya sebelumnya tidak mengenal Peter. Baru setelah saya tiba dan bekerja di Indonesia.”

Bagi Van Gastel, Peter de Roo bukan rival, melainkan kolega.

“Menyenangkan memiliki kolega dari negara yang sama, kami bisa berdiskusi banyak hal.”

Catatan Manis vs Sesama Pelatih Belanda

Eks asisten Ronald Koeman tersebut punya rekam jejak menarik di BRI Super League 2025/2026. Dalam musim perdananya, Van Gastel sukses mencatat dua kemenangan atas tim yang juga ditangani pelatih asal Belanda.

Mengalahkan Bali United 3-1, yang saat itu ditangani Johnny Jansen.

Menumbangkan Dewa United 2-0, yang dilatih Jan Olde Riekerink.

Modal tersebut jelas memberi kepercayaan diri PSIM saat bertandang ke Manahan.

Meski begitu, Van Gastel tidak mau jemawa.

“Saya hanya mencoba memenangkan setiap pertandingan. Apakah pelatih itu dari Belanda, Indonesia, atau Brasil, itu tidak berpengaruh.”

Bagi Van Gastel, Derby Mataram bukan sekadar pertandingan, melainkan ajang pembuktian profesionalitas. Ia tetap menaruh respek kepada Peter de Roo dan kubu Persis.

“Saya ingin memenangkan pertandingan. Itu saja.”

Derby Mataram kembali menjadi panggung persaingan dua kota: Solo dan Jogja. Kali ini, kisahnya bertambah: dua pelatih Belanda, satu derby, nasib berbeda. (iza/pra/JPG/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#Super League #psim jogja #persis solo #liga 1 #Van Gastel #Peter de Roo