RADARSOLO.COM – Persis Solo akan melakoni laga bergengsi pekan ke-12 BRI Super League 2025/2026 melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Manahan, Sabtu (8/11) pukul 19.00 WIB.
Pertandingan bertajuk Derby Mataram itu tak hanya sarat gengsi, tapi juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 Persis Solo.
Meski klub berdiri pada akhir Maret 1923, tradisi perayaan HUT Persis Solo tetap dilakukan setiap 8 November. Tahun ini, Laskar Sambernyawa merayakannya langsung di lapangan — dengan satu misi: menang di hari jadi klub.
Motivasi itu ditegaskan bek asing Persis, Cleylton Santos, yang bertekad mempersembahkan tiga poin untuk klub dan pendukung.
“Ini adalah derby pertama saya dan saya merasa mempunyai motivasi besar untuk menampilkan segalanya. Apalagi Persis akan berulang tahun besok, jadi penting untuk mempersembahkan hadiah ulang tahun ini,” ujar Cleylton dalam sesi jumpa pers, Jumat (7/11).
Pemain asal Brasil itu menyebut kemenangan atas PSIM akan jadi momentum penting untuk membangkitkan semangaMatara
“Kita selalu bersama. Dan besok kita akan berusaha mengubah situasi ke jalur kemenangan,” tegasnya.
Senada, Caretaker Persis Solo, Tithan Suryata, memastikan seluruh pemain sudah siap tempur. Ia menegaskan, persiapan dilakukan lebih keras demi meraih hasil maksimal di Derby Mataram.
“Kami memiliki motivasi berbeda dan sangat antusias untuk pertandingan besok. Persiapan kita lebih keras untuk kemenangan di Derby Mataram ini,” ujarnya.
Laga panas di Manahan ini dipastikan menjadi ajang pembuktian siapa yang terbaik di antara dua tim bertetangga.
Lebih dari sekadar duel sepak bola, pertandingan ini juga menyangkut harga diri dan kebanggaan dua kota dengan sejarah panjang serta basis suporter fanatik.
Secara statistik, pertemuan kedua tim terbilang berimbang. Dalam empat laga terakhir, PSIM sedikit unggul.
Mereka terakhir menang 1-0 atas Persis Solo pada 15 November 2021, setelah sebelumnya bermain imbang 0-0 di Mandala Krida.
Namun, pada musim 2019, Persis justru dua kali mengalahkan PSIM — menang 2-1 di Manahan (16 Agustus) dan 3-2 di Jogja (21 Oktober).
Sementara pada laga uji coba pra-musim, Persis menang 1-0 di Stadion Sultan Agung Bantul (19 Juli 2025).
Jelang laga kali ini, PSIM datang dengan catatan positif. Juara Liga 2 musim lalu itu kini menempati posisi keenam klasemen sementara dengan raihan 18 poin dari 10 pertandingan (5 menang, 3 imbang, 2 kalah).
Sebaliknya, Persis Solo masih terpuruk di posisi ke-17 dengan hanya 5 poin hasil dari 1 kemenangan, 2 seri, dan 7 kekalahan. Laskar Sambernyawa bahkan tak pernah menang dalam sembilan laga terakhir.
Meski begitu, Tithan menegaskan para pemain tetap fokus dan tidak terpengaruh situasi sulit tim, termasuk setelah kepergian pelatih kepala Peter de Roo.
“Terlepas dari beberapa hasil yang kurang baik, pemain tetap fokus untuk kembali ke jalur kemenangan. Mereka kini berfokus untuk pertandingan besok. Dan untuk Derby Mataram ini, saya rasa warga Solo bagaimanapun harus tahu jika Mataram is Red,” tutup Tithan.(nik)
Editor : Niko auglandy