Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ditahan Imbang Persis Solo, Pelatih PSIM Jogja Van Gastel: Imbang Rasa Kalah

Mannisa Elfira • Minggu, 9 November 2025 | 20:28 WIB
DIKAWAL KETAT: Striker Persis Solo Gervane Kastaneer (kiri) saat melawan PSIM Jogja di Stadion Manahan (8/11).
DIKAWAL KETAT: Striker Persis Solo Gervane Kastaneer (kiri) saat melawan PSIM Jogja di Stadion Manahan (8/11).

RADARSOLO.COM – Imbang rasa kalah. Itulah yang dirasakan Head Coach PSIM Jogja Van Gastel saat anak asuhnya gagal memetik kemenangan di kandang Persis Solo, Sabtu malam (8/11/2025). Sempat unggul 2-0 terlebih dahulu di babak pertama, nahas Laskar Mataram dibalas dua gol tuan rumah lewat kaki Kodai Tanaka di menit ke-47’ dan sundulan Cleylton Santos di masa injury time.

Bentrok Derby Mataram memang selalu mendebarkan. Baik PSIM ataupun Persis Solo enggan malu dalam pertarungan sarat gengsi ini. Terlebih laga ini dalam balutan derby Mataram.

Alhasil, mereka sama-sama tampil ngotot demi memenangkan pertandingan.

"Rasanya seperti kalah. Banyak kesalahan, banyak duel di lapangan. Meski imbang, kami merasa seperti kalah. Kami unggul 2-0 di babak pertama. Usai turun minum, kami ingatkan agar tetap waspada karena mereka juga all out. Kemudian Solo mencetak satu gol, kemudian itulah yang terjadi (imbang)," ucap Van Gastel usai pertandingan.

Malam itu, motivasi Laskar Sambernyawa membuncah. Bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun yang ke-102, Sho Yamamoto dan kawan-kawan enggan mengalah. Buktinya, mereka agresif sejak kickoff dimulai.

Banyak menyerang, Persis malah kebobolan duluan. Bukan dari skema serangan, melainkan kesalahan. Passing blunder Kiper Persis Solo Gianluca Pandeynuwu, membuahkan petaka. Gawang Persis dibobol oleh Corfe Antony di menit ke-26). Skor 0-1 bagi PSIM.

Menit ke-41, wakil Kota Pelajar menggandakan keunggulannya. Dari sisi kanan, Fahreza Sudin melesatkan umpan manis ke Ze Valente. Sepakannya mampu menembus gawang Gianluca dan membawa PSIM unggul 0-2 dari Persis Solo.

Sialnya di babak kedua dua gol Persis membuat mimpi anak-anak PSIM gagal. Gol Persis di laga ini terbilang cukup cantik. Gol pertama bermula dari pergerakan Zanadin Fariz yang menggocek tiga pemain lawan. Umpan manisnya disambut tendangan Kodai Tanaka yang berhasil mengoyak gawang Cahya Supriadi.

Di menit ke-88, Persis sejatinya sukses menggetarkan gawang PSIM untuk kali kedua. Sundulan Cleylton Santos hasil umpan manis Giovani Numberi menggetarkan gawang PSIM. Sialnya gol tersebut dianulir setelah wasit mengecek VAR.

Meski begitu, beberapa menit berselang tandukan maut Cleylton kembali getarkan gawang Cahya Supriadi. Prosesnya cukup cantik, karena hasil umpan jauh dari Gianluca Pandeynuwu. Kali ini bersih dan gol tak dianulir. Skor berakhir tanpa pemenang hingga akhir babak kedua. Persis dan PSIM berbagi angka, 2-2.

"(Kebobolan lewat set piece) ini juga sudah (antisipasi) ada dari awal musim. Kami banyak kebobolan pulang lewat set piece, kami coba perbaiki. Kemudian malam ini terjadi kembali, kami kebobolan lewat senjata Persis Solo yaitu nomor 19, Cleylton," lanjut Van Gastel.

Setali tiga uang, pencetak gol pertama PSIM Jogja Corfe juga tampak kecewa atas hasil pertandingan ini. Tiga poin yang seharusnya bisa diboyong ke Jogjakarta hangus seketika di penghujung laga. "Saya setuju dengan pelatih. Rasanya seperti kalah, babak pertama kami unggul. Ini juga derby," ucapnya. (nis/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#PSIM #Super League #persis #liga 1