Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Satu Poin di Manahan, Kado Ulang Tahun ke-102 Persis Solo

Mannisa Elfira • Senin, 10 November 2025 | 01:22 WIB
Pemain Persis Solo merayakan euforia saat melawan PSIM Jogja di Stadion Manahan (9/11/2025).
Pemain Persis Solo merayakan euforia saat melawan PSIM Jogja di Stadion Manahan (9/11/2025).

RADARSOLO.COM – Hasil imbang harus diterima Persis Solo di laga penuh gengsi bertajuk Derby Mataram. Bermain di Stadion Manahan, Sabtu (9/11/2025) malam, Laskar Sambernyawa menahan imbang PSIM Yogyakarta dengan skor 2-2. Satu poin ini menjadi kado tersendiri bagi Persis yang tepat berusia 102 tahun.

Caretaker Persis Solo Tithan Wulung Suryata menyebut laga tersebut tidak mudah bagi anak asuhnya. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan tim yang berhasil bangkit setelah tertinggal dua gol.

“Kita sedikit ada kerugian yang seharusnya bisa menjadi peluang mencetak gol, dan itu cukup memengaruhi pikiran pemain. Tapi dengan semangat mereka, kita mampu mengakhiri laga dengan hasil cukup baik,” ujarnya seusai pertandingan.

 Baca Juga: 15 Suporter Diamankan Polisi Jelang Laga Persis Solo vs PSIM Jogja Karena Masalah Ini

Derby panas antara dua tim bertetangga ini kembali tersaji di kompetisi resmi setelah empat tahun. Momen ini terasa semakin spesial karena bertepatan dengan hari ulang tahun ke-102 Persis Solo.

Atmosfer Stadion Manahan pun membara. Ribuan pendukung memadati tribun, menyanyikan chant dan mengibarkan spanduk dukungan seperti “Make Sambernyawa Great Again”, “Ketakutan yang Menenggelamkan, Keberanian yang Menyelamatkan”, hingga “Bangkit Kembali, Tuntaskan”.

Dari peluit awal, Persis langsung tampil agresif. Sho Yamamoto sempat memberikan umpan matang kepada Kodai Tanaka, namun tendangan Kodai masih terlalu lemah dan mudah diamankan kiper PSIM, Cahya Supradi.

Satu menit kemudian, Sho mencoba peruntungan lewat sepakan keras, tetapi bola masih melambung di atas mistar.

Menit ke-8, giliran PSIM memberi ancaman lewat tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun bola masih bisa diamankan Gianluca Pandeynuwu.

Persis sempat hampir mendapatkan penalti setelah Kodai Tanaka dijatuhkan Franco Mingo di kotak terlarang. Namun setelah mengecek VAR, wasit Totok Fitrianto memutuskan tidak ada pelanggaran.

Justru petaka datang bagi Persis. Kesalahan umpan Gianluca dimanfaatkan Antony Corfe untuk membawa PSIM unggul 0-1 di menit ke-26.

PSIM kembali menggandakan keunggulan pada menit ke-41 lewat sontekan Ze Valente yang memanfaatkan umpan silang Fahreza Sudin.

Tertinggal dua gol membuat Tithan melakukan perubahan. Althaf Indie masuk menggantikan Sutanto Tan untuk menambah daya dobrak. Hasilnya langsung terasa.

Tiga menit babak kedua berjalan, Kodai Tanaka sukses memperkecil kedudukan menjadi 1-2 lewat assist Zanadin Fariz (48’). Gol ini membakar semangat Persis. Zanadin kembali menebar ancaman lewat sepakan keras, namun masih bisa ditepis kiper PSIM.

Menit ke-65, Persis menciptakan peluang beruntun dari situasi bola mati, tetapi belum juga berbuah gol.

Drama terjadi di menit ke-88. Sundulan Cleylton Santos sempat menggetarkan jala PSIM setelah menerima umpan Giovani Numberi. Sayangnya, gol dianulir wasit setelah meninjau VAR.

Pertandingan berakhir dengan skor 2-2. Meski gagal menang, hasil ini tetap menjadi kado berharga untuk ulang tahun Persis Solo ke-102—tanda semangat dan daya juang Laskar Sambernyawa belum padam. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#Super League #psim jogja #persis #liga 1