RADARSOLO.COM – Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali mengumumkan hasil sidang disiplin yang digelar pada 23, 29, dan 30 Oktober 2025.
Sejumlah klub dan pemain dari berbagai level kompetisi, mulai BRI Super League hingga Pegadaian Championship dan EPA Super League, dijatuhi sanksi akibat pelanggaran disiplin di lapangan maupun di luar pertandingan.
Persija dan Persebaya Sama-Sama Didenda
Dalam sidang 23 Oktober, Persija Jakarta dan panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persebaya Surabaya sama-sama dijatuhi denda sebesar Rp25 juta.
Sanksi ini dijatuhkan karena adanya suporter Persija yang hadir dalam pertandingan tandang kontra Persebaya pada 18 Oktober 2025, padahal kompetisi musim ini masih menerapkan larangan kehadiran suporter tamu.
“Persija didenda Rp 25 juta karena suporter klub tamu hadir di stadion. Panpel Persebaya juga didenda Rp 25 juta karena gagal mengantisipasi hal tersebut,” demikian bunyi keputusan Komdis PSSI.
Kasus di Liga Usia Muda
Komdis juga memberi sanksi kepada beberapa pemain di EPA Super League U18 dan U20.
I Made Deva Laksmana Putra (Bali United U18) dijatuhi larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp10 juta karena menyikut pemain lawan.
Dia dianggap menyikut pemain lawan serta mendapatkan kartu merah langsung saat tunnta melawan Persib Bandung, 19 Oktober lalu.
Sementara itu, Rachmad Rohman Requilmi dari ersik Kediri U20 dan Andhika Putra Setiawan (Borneo FC U20) masing-masing mendapat tambahan larangan satu laga dan denda Rp 10 juta.
Rohman dianggap melakukan pelanggaran berupa menghalangi tim lawan mencetak gol, serta mendapat kartu merah langsung.
Sementara juga melakukan pelanggaran serupa dengan Rohman.
Zulkifli Yahya (Semen Padang U20) serta Agusti Ardiansyah (Arema FC U20) juga mendapat hukuman dua laga tambahan karena pelanggaran keras terhadap pemain lawan.
Zulkifli dianggap melakukan pelanggaran serius, berupa melakukan pemukulan ke pemain lawan, serta mendapat kartu merah langsung.
Sementara Agustus melakukan pelanggaran serius, yakni menanduk pemain lawan dan dapat kartu merah langsung.
Selain itu, tim PSM Makassar U20 didenda Rp 12,5 juta karena lima anggotanya (empat pemain dan satu ofisial) menerima kartu dalam satu pertandingan.
Pelanggaran di Pegadaian Championship
Sidang lanjutan pada 29 Oktober 2025 juga menghasilkan banyak keputusan.
PSMS Medan menjadi klub dengan sanksi terbanyak: tiga pelanggaran sekaligus dalam laga melawan Persiraja Banda Aceh (25 Oktober).
Klub berjuluk Ayam Kinantan itu dikenai denda total Rp 60 juta, termasuk karena suporter menyalakan flare, melempar benda ke lapangan, dan menyanyikan yel provokatif.
Sementara tim Persiraja du denda Rp 15 juta karena ofisial mereka yakni Muhammad Yasir Syamsudin melakukan pelemparan air minum kemasan je penonton du sisi atas tribun VIP barat. Dilakukan saat Persiraja bertandang ke markas PSMS Medan.
Sriwijaya FC juga mendapat hukuman berat, dengan total denda Rp 170 juta akibat penyalaan flare, smoke bomb, dan invasi penonton ke lapangan.
PSS Sleman tak luput dari sanksi. Komdis menjatuhkan dua denda — Rp 25 juta karena Kim Jeffrey Kurniawan bermain tanpa badge resmi di awal laga, serta Rp 15 juta akibat tindakan ofisial yang melempar botol air ke fotografer.
Persipal FC (denda Rp 25 juta) dan Persiraja Banda Aceh (Rp15 juta) juga masuk daftar pelanggar.
Selain itu, Dias Angga Putra (FC Bekasi City) dijatuhi larangan dua pertandingan dan denda Rp 5 juta karena pelanggaran keras terhadap pemain lawan.
Komdis PSSI juga menyoroti kehadiran suporter PSIS Semarang di laga tandang kontra Deltras FC.
Pelanggaran terhadap larangan suporter tamu itu membuat PSIS dijatuhi denda Rp12,5 juta.
PSSI Tegas Terapkan Regulasi
PSSI menegaskan bahwa seluruh keputusan sidang Komdis bersifat final dan mengikat.
Federasi meminta klub, pemain, dan ofisial agar lebih disiplin dalam menjalankan aturan, khususnya terkait larangan kehadiran suporter tamu dan tindakan tidak sportif di dalam lapangan.
“Seluruh peserta kompetisi diharapkan menjunjung tinggi nilai fair play dan menaati peraturan. Sanksi ini menjadi pengingat agar semua pihak menjaga ketertiban dalam setiap pertandingan,” tulis Komdis PSSI dalam pernyataan resminya. (nik)
Editor : Niko auglandy