Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Tithan Wulung Suryata Tak Bisa jadi Head Coach Persis Solo Gantikan Peter de Roo, Ini Alasannya

Mannisa Elfira • Selasa, 11 November 2025 | 00:30 WIB
BEBAN BERAT: Karteker Persis Solo Tithan Wulung Suryata (kiri) saat jalani jumpa pers jelang laga kontra PSIM Jogja.
BEBAN BERAT: Karteker Persis Solo Tithan Wulung Suryata (kiri) saat jalani jumpa pers jelang laga kontra PSIM Jogja.

RADARSOLO.COM - Tithan Wulung Suryata enggan banyak bicara soal statusnya di kursi kepelatihan Laskar Sambernyawa. Asisten pelatih Persis Solo yang ditunjuk sebagai karteker saat itu tersebut menegaskan, dia hanya menjalankan amanah sementara dari manajemen tim.

Selepas Peter de Roo tak lagi mendampingi skuad, kendali tim sementara dipegang Tithan Wulung Suryata. Dia mulai memimpin sebagai karteker saat Persis menahan imbang PSIM Jogja 2-2 di Stadion Manahan, Sabtu (8/11).

“Mungkin bisa bicara ke manajemen ya (soal kepastian pelatih kepala). Yang pasti, saya hanya mendapatkan tugas dari pertandingan ke pertandingan,” ujar Tithan.

Ini bukan kali pertama pelatih kelahiran Sragen itu naik pangkat meski hanya sementara. Musim 2023 silam, Tithan juga sempat mengisi posisi pelatih kepala usai Leonardo Medina lengser. Kala itu, situasinya serupa, yakni performa tim tengah menurun tajam.

Kini, sejarah seolah terulang. Persis kembali dipimpin Tithan untuk sementara waktu. Bersama pria 36 tahun itu, Laskar Sambernyawa setidaknya mampu mengakhiri tren tiga kekalahan beruntun dengan hasil imbang di laga Derby Mataram kontra PSIM.

Tithan bukan nama baru di kancah sepak bola Solo. Sebelum menjadi asisten pelatih di Persis untuk sejumlah arsitek. Mulai dari Eko Purdjianto, Jacksen F. Tiago, Leonardo Medina, hingga Milomir Seslija. Dia juga sempat menukangi UNSA FC di Liga Nusantara.

Lebih jauh ke belakang, Tithan juga pernah menjabat pelatih kepala PSIS Semarang Youth di ajang Elite Pro Academy (EPA) 2019, serta menjadi manajer PSISra Sragen pada medio 2015.

Berdasarkan catatan Transfermarkt, Tithan mengantongi lisensi A AFC. Namun, sesuai regulasi I. League, posisi pelatih kepala di klub kasta tertinggi mensyaratkan minimal lisensi AFC Pro Diploma.

“Lisensi saya juga belum mencukupi itu. Saya pikir nanti kita menunggu dari manajemen (keputusannya seperti apa),” tutur Tithan.

Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona mengonfirmasi bahwa Tithan resmi ditunjuk sebagai karteker selama sebulan, sesuai regulasi kompetisi.

 “Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan tim untuk membuat keputusan. Tapi intinya untuk saat ini, Coach Peter de Roo tidak mendampingi tim. Lalu Coach Tithan menjadi caretaker untuk secara regulasi sampai sebulan ke depan,” beber Bryan.

Mengenai status resmi Peter de Roo, Bryan menyebut manajemen masih menunggu hasil pembahasan internal.

“Nanti akan kita update setelah ada beberapa hal yang harus kita diskusikan terlebih dahulu,” lanjutnya.

Terkait peluang mendatangkan pelatih baru, Bryan memilih belum berkomentar banyak. “Kalau memang nanti ada keputusan terkait hal tersebut (pergantian pelatih), akan kami update lagi lewat pernyataan resmi klub,” tegasnya. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#Super League #psim jogja #persis solo #liga 1 #karteker