Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bursa Transfer Liga 2: Tiga Pemain Persib Bandung Masuk Bidikan PSIS Semarang, Salah Satunya Eks Persis Solo

Niko auglandy • Kamis, 13 November 2025 | 02:14 WIB
Logo PSIS Semarang
Logo PSIS Semarang

RADARSOLO.COM – Bursa transfer paruh musim Liga 1 2025 diprediksi bakal panas, terutama dengan manuver mengejutkan dari PSIS Semarang. Klub berjuluk Mahesa Jenar itu dikabarkan tengah menyiapkan langkah besar untuk merekrut tiga pemain Persib Bandung sekaligus, dua di antaranya bahkan merupakan idola baru Bobotoh.

Isu ini kian menguat setelah berhembus kabar bahwa PSIS akan diakuisisi oleh bos Malut United, David Glenn, yang disebut tengah menuntaskan proses finalisasi. Jika benar terjadi, bukan mustahil PSIS mengikuti jejak Malut United yang terkenal gemar memboyong eks pemain Maung Bandung.

Direktur PT Mahesa Jenar Semarang, Agung Buwono, tak menampik kabar tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa negosiasi dengan calon investor baru sudah berjalan intens dalam sebulan terakhir.

“Mas Yoyok dari awal memang ingin menyerahkan PSIS kepada sosok yang tepat. Tujuannya agar PSIS bisa kembali ke masa kejayaannya,” ujar Agung.

Langkah akuisisi ini disebut bukan sekadar urusan bisnis, melainkan upaya penyelamatan klub di tengah situasi sulit PSIS musim ini.

1. Abdul Aziz – Gelandang Berpengalaman yang Siap Reborn

Nama pertama yang masuk radar PSIS adalah Abdul Aziz Lutfi Akbar. Gelandang 31 tahun asal Bandung ini dikenal memiliki visi permainan tajam dan distribusi bola akurat.

Aziz tengah kehilangan tempat di skuad utama Persib dan sempat dipinjamkan ke Persis Solo musim lalu. Dengan catatan 70 laga dan 2.848 menit bermain, pengalamannya tentu bukan hal sepele.

Kontrak Aziz masih berlaku hingga Mei 2026, membuka peluang besar bagi PSIS untuk meminjam sang pemain di paruh musim.

2. Alfeandra Dewangga – “Anak Hilang” yang Siap Pulang

Nama kedua yang jadi sorotan adalah Alfeandra Dewangga Santosa. Produk asli akademi PSIS ini baru saja pindah ke Persib pada Juli 2025, namun belum sekalipun tampil di Liga 1 musim ini.

Situasi itu membuka peluang kepulangan emosional bagi sang mantan kapten Mahesa Jenar. Dengan rekam jejak 103 laga, 6 gol, dan 4 assist, Dewangga dipandang sebagai figur penting yang bisa menstabilkan tim.

Jika negosiasi sukses, kembalinya Dewangga bisa menjadi simbol kebangkitan PSIS dari keterpurukan.

3. Hamra Hehanussa – Tembok Pertahanan yang Terlupakan

Nama terakhir di daftar incaran adalah Al Hamra Hehanussa, bek tangguh berusia 26 tahun.
Meski saat ini tersisih di Persib karena kalah bersaing dengan trio asing Patricio Matricardi, Julio Cesar, dan Federico Barba, Hamra punya rekam jejak solid saat membela Persik Kediri dengan 68 laga, 5 gol, dan 3 assist.

Kehadirannya diyakini mampu memperkuat lini belakang PSIS yang sejauh ini masih menjadi titik lemah utama.

Musim 2025 menjadi masa sulit bagi PSIS. Hingga pekan ke-10, Mahesa Jenar terbenam di dasar klasemen Liga 2 Championship Grup B dengan hanya dua poin. Lini tengah yang rapuh dan pertahanan yang mudah ditembus membuat tim kesulitan bangkit.

Namun jika kabar akuisisi dan rencana transfer ini benar terealisasi, PSIS bisa mendapatkan “injeksi energi baru” untuk mengubah nasib di paruh kedua musim.

Langkah agresif ini bukan sekadar manuver bursa transfer, melainkan strategi penyelamatan dan simbol kebangkitan di bawah kepemilikan baru.

Dengan kombinasi pengalaman Abdul Aziz, loyalitas lokal Alfeandra Dewangga, dan kekuatan fisik Hamra Hehanussa, PSIS berpotensi membangun fondasi baru menuju masa depan yang lebih cerah.

Mahesa Jenar belum habis — Semarang siap menggeliat lagi! (nik)

Editor : Niko auglandy
#Radar Kudus #liga 2 #psis semarang