RADARSOLO.COM – Lagi-lagi Persija Jakarta harus kembali menjadi tim musafir. Untuk kesekian kalinya, Macan Kemayoran -julukan Persija- tak bisa tampil di markas sendiri. Anak asuh Mauricio Souza dipastikan menjamu Persik Kediri dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, 20 November mendatang.
Kepastian perpindahan kandang tersebut langsung dibagikan oleh Macan Kemayoran lewat akun resmi klub. Dalam unggahan Instagramnya, Persija menampilkan foto bergaya tiket pesawat bertuliskan “Jakarta ke Solo”.
"Next mission awaits! Persija vs Persik Kediri. Kamis, 20 November 2025. Kickoff 19.00 WIB. Stadion Manahan Solo. Ayo kembali berjuang, Macan!," tulis mereka.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo Rini Kusumandari mengonfirmasi bahwa Stadion Manahan akan menjadi kandang sementara Persija Jakarta saat meladeni Persik Kediri. Rini menuturkan, izin penggunaan stadion juga sudah dirampungkan.
"Iya betul (Persija akan menggunakan Manahan), belum ada perubahan (informasi). Akan digunakan 20 November dan izin sudah dikeluarkan," beber Rini saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo.
Ini bukan kali pertama Rizky Ridho dan kawan-kawan menggunakan Stadion Manahan sebagai markas sementara. Sebelumnya, Persija Jakarta juga menjamu PSBS Biak di Stadion Manahan, Solo, 31 Oktober kemarin. M
ereka ngungsi ke Manahan lantaran Stadion Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium sama-sama tak bisa digunakan.
Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persija Jakarta Ferry T. Indrasjarief membeberkan bahwa Persija harus ngungsi lantaran rumput venue GBK dan JIS belum siap dipakai. "GBK dan JIS belum siap rumputnya," beber Bung Ferry.
Meski begitu, ada kabar yang menggembirakan bagi pecinta Persija. Berbeda dengan laga sebelumnya kontra PSBS Biak yang digelar tanpa penonton, duel Persija melawan Persik kali ini kabarnya bakal bisa disaksikan langsung dari tribun.
"Ada penonton," ujar Bung Feri.
Informasi adanya penonton pun dikabarkan oleh Ketua Umum PP The Jakmania Diky Soemarno. Keputusan ini disambut gembira oleh para pecinta Macan Kemayoran.
"Kita harus kembali bermain di luar Jakarta karena stadion-stadion di ibu kota belum juga siap. Rumputnya masih berbenah agar layak digunakan secara maksimal, nggak bikin cedera, dan nggak bikin malu," ucap Diky.
Diky mengaku senang dengan keputusan pertandingan dihadiri penonton. Dia juga menilai pemilihan Stadion Manahan sebagai venue sementara merupakan keputusan yang tepat.
"Untungnya, pertandingan kali ini bisa dihadiri penonton. Setelah melalui berbagai pertimbangan, Stadion Manahan Solo menjadi pilihan terbaik. Di sana, koordinasi dan komunikasi berjalan lancar, dan atmosfernya selalu hangat menyambut," lanjutnya. (JPG/nis/nik)
Editor : Niko auglandy