RADARSOLO.COM - Start menantang menanti Indonesia di Kota Solo. Skuad Merah Putih mengawali langkahnya dalam ajang International Federation of Cerebral Palsy Football (IFCPF) Men's Asia Oceania Cup 2025 dengan meladeni perlawanan Australia di Stadion Sriwedari.
Timnas Australia bukan lawan yang mudah dibekuk. Selain unggul dari segi postur tubuh, anak asuh Kai Lammert merupakan tim CP Football yang menduduki ranking 12 dunia. Kombinasi pengalaman dan skill individu diprediksi bakal menjadi ujian berat bagi Indonesia.
Kendati demikian, Indonesia enggan menciut. Sebagai tuan rumah, skuad besutan Yanuar Dhuma Ardiyanto datang dengan motivasi penuh. Percaya diri atas persiapan panjang yang sudah digeber tim Indonesia.
"Australia kita lihat sendiri dari pemanasan mereka body-nya bagus. Teknik mereka juga bagus. Postusnya mirip dengan kita. Harapannya, kita sebagai tuan rumah bisa memberikan dorongan yang lebih," ucap Chairman of INAFOC 2025 Rima Ferdianto, Jumat (14/11/2025).
Program latihan intensif Indonesia sudah berlangsung sejak beberapa bulan kemarin. Persiapan tidak hanya diproyeksikan untuk menyambut IFCPF 2025 Men's Asia Oceania Cup 2025, tapi juga menjadi persiapan agenda besar yang menunggu skuad Garuda CP pada awal tahun depan.
"Sebelum event ini, kami sudah berlatih beberapa bulan. Mengingat kami juga mempersiapkan ASEAN Para Games di Thailand awal tahun depan. Kami hadir di sini juga bukan hanya menjadi peserta. Target kami bisa lolos dari fase grup dan bertanding di final four insya Allah," beber Head Coach Timnas CP Football Indonesia Yanuar Dhuma Ardiyanto.
Indonesia siap all out. Tapi sayang, dua pemain Indonesia dinyatakan tidak lolos klasifikasi. Tapi tenang saja, pelapis skuad inti dinyatakan mampu menambal pos yang ditinggalkan.
"Kualifikasinya memang sangat ketat. Memang benar ada dua yang tidak lolos, namun strategi yang kami lakukan sejauh ini masih aman. Jadi dari pelapis inti dan pemain cadangan yang kami punya itu memiliki kemampuan yang sama. Jadi tidak terlalu berefek vital dalam strategi permainan," jelas Dhuma.
Menariknya, inilah pertemuan pertama tim Indonesia dan Australia. Head Coach Tim CP Football Australia Kai Lammert mengaku tak sabar untuk meladeni perlawanan tuan rumah. Dia juga tidak memandang remeh tim Merah Putih.
"Menurut saya, ranking bukanlah hal yang penting. Karena butuh beberapa tahun untuk melatih tim menjadi tim yang bagus," kata Lammert.
Sebelum menjamu Indonesia, Lammert mengaku telah menyaksikan penampilan calon lawan di ajang ASEAN Para Games. Dari beberapa video yang mereka pelajari, Indonesia dinilai tampil spektakuler.
"Kami sangat menghormati Indonesia, jadi mari kita lihat bagaimana hasil akhir pertandingan nanti. Kami juga sangat senang, semoga ini nanti akan ada pertemuan selanjutnya dengan Indonesia," tutur Lammert. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy