Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Persis Solo Kembali Kena Sanksi Karena Suporter

Niko auglandy • Minggu, 16 November 2025 | 14:05 WIB
Gelandang Persis Solo Sho Yamamoto saat main lawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (2/11/2025).
Gelandang Persis Solo Sho Yamamoto saat main lawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (2/11/2025).

RADARSOLO.COM - Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu malam, 2 November 2025 suara-suara Bonek menggema seperti gelombang yang datang tak ada habisnya.

Mereka bersiap menjadi saksi laga antara Persebaya Surabaya dan Persis Solo, duel penting di BRI Super League 2025/2026.

Dari tribun, 9.428 penonton — hanya 21 persen kapasitas — menghadirkan atmosfer yang cukup untuk membuat udara terasa berat.

Meski tak penuh, setiap suara yang keluar terasa seperti dentuman.

Namun jauh sebelum laga berakhir, satu pelanggaran sudah muncul dalam catatan pengawas pertandingan: kehadiran suporter Persis Solo sebagai suporter tamu yang seharusnya tidak hadir.

Dalam rivalitas sepak bola Indonesia yang penuh sejarah, aturan ini ditetapkan demi keamanan. Tapi malam itu, aturan kembali diuji.

Komite Disiplin, dalam sidang 6 November 2025, menegaskan keputusannya: Persis Solo didenda Rp 25.000.000 atas kehadiran suporter mereka di kandang lawan.

Sebuah harga yang harus dibayar untuk keberanian — atau kenekadan — mereka yang tetap datang demi warna merah kebanggaan kota Solo.

PERTANDINGAN: DRAMA DI GELORA BUNG TOMO

Kickoff dimulai, dan sejak menit awal, Persis Solo menunjukkan bahwa mereka datang bukan untuk bersembunyi.

Menit 15, Kodai Tanaka dengan insting pembunuh di kotak penalti, memecah keheningan.

Sebuah sepakan terukur mengoyak gawang Persebaya.

Tribun kecil yang diisi suporter Persis — entah yang menyamar atau bersembunyi — tersentak bangga.
Persis unggul 1-0.

Namun, Surabaya adalah kota yang tidak pernah menyerah pada gelap. Dan Green Force membuktikannya.

Menit 45. Tepat sebelum turun minum, Mihailo Perovic menuntaskan peluang keemasan. Suaranya terdengar seperti ledakan saat bola bersarang di jala.

Stadion meletus. Kedudukan kembali seimbang: 1-1.

Memasuki babak kedua, Persebaya berubah menjadi badai.

Tekanan demi tekanan datang menghantam pertahanan Persis.

Menit 51, Francisco Rivera dengan kontrol bola yang halus lalu tembakan terukur, membalikkan keadaan.
Gol itu bukan hanya mengubah skor — tetapi mengubah seluruh atmosfer stadion.

Bonek kembali berdiri tegap. Persebaya 2 – Persis Solo 1.

Sisa pertandingan berjalan menegangkan.
Persis mencoba bangkit, Persebaya bertahan mati-matian..Namun hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap tak berubah.

SETELAH LAGA, DATANG KEPUTUSAN

Di balik panasnya pertandingan, hasil sidang Komdis seolah menjadi epilog dari drama malam itu.

Tindakan suporter tamu yang hadir diam-diam menjadi catatan khusus — mencerminkan betapa besarnya cinta suporter Indonesia pada klubnya, tetapi juga betapa pentingnya aturan keamanan diberlakukan.

Malam itu, Surabaya menjadi saksi dua hal:
pertarungan sengit di lapangan, dan
konsekuensi di luar lapangan.

Dan ketika lampu stadion padam, pertandingan itu menyisakan pesan bahwa kemenangan, kekalahan, dan pelanggaran — semuanya adalah bagian dari cerita besar kompetisi nasional. (nik) 

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #persebaya #suporter