RADARSOLO.COM – Dua kekuatan besar sepak bola cerebral palsy Asia, Thailand dan Iran, memastikan langkah mulus mereka ke babak semifinal IFCPF Asia Oceania Cup 2025.
Kedua tim akan saling berhadapan di Stadion Sriwedari Solo, Selasa (17/11/25) sore, untuk menentukan siapa yang berhak menyandang predikat juara grup B.
Tidak ada kejutan dalam keberhasilan keduanya melaju dari fase grup. Sejak awal, Thailand dan Iran memang menjadi unggulan yang terlalu perkasa bagi dua pesaing lain, Malaysia dan Korea Selatan.
Thailand membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Korea Selatan.
Tren positif itu berlanjut saat menghadapi Malaysia, kembali dengan kemenangan tiga gol.
Bermain di Stadion UNS Solo, Senin (17/11/25) sore, Chaanatip Deeman (36’), Narongchai Thaohong (56’), serta gol bunuh diri Abdullah Reduan (29’) memastikan Thailand menggenggam tiket semifinal.
Bek Thailand, Chaiphon Thammawichai, menilai peningkatan mentalitas tim menjadi kunci kemenangan besar tersebut.
“Setelah menang melawan Korea Selatan, tekanan kami berkurang. Kami bisa bermain lebih baik, lebih lepas, dan percaya diri,” ujarnya.
Namun tantangan sebenarnya baru hadir saat menghadapi Iran—tim peringkat pertama dunia.
“Kami tahu Iran sangat tangguh. Tapi apa pun yang terjadi, kami akan berusaha sebaik mungkin,” lanjut Chaiphon.
Jika Thailand menang, mereka akan bertemu pemenang laga Australia vs Jepang di semifinal. Namun jika kalah atau imbang, mereka akan bertemu Indonesia, lawan familiar di ajang ASEAN Para Games.
“Kami tidak memikirkan siapa lawan kami nanti. Fokus kami adalah memberikan yang terbaik di setiap pertandingan,” tegas Chaiphon.
Iran Terlalu Perkasa, Menang Besar Dua Laga Beruntun
Berbeda dari Thailand, Iran tampil jauh lebih dominan. Mereka menghajar Korea Selatan dengan skor telak 7-0 di Stadion Sriwedari, Senin (17/11/25) malam.
Saeid Faraji menjadi bintang dengan torehan hattrick di menit ke-16, 39, dan 57. Moslem Mehrabian menyusul dengan dua gol (6’, 24’).
Dua gol lainnya masing-masing dicetak Hadi Khosheghbal (42’) dan bunuh diri Suam Park.
Kemenangan itu melanjutkan performa superior di laga perdana ketika Iran menumbangkan Malaysia 6-1.
Menghadapi Thailand di laga pamungkas grup, Faraji menilai laga tersebut akan menjadi ujian sebenarnya.
“Thailand memiliki pemain-pemain berkualitas. Pertandingan akan sangat sulit, tetapi kami akan berusaha memenangkan pertandingan,” ujar Faraji.
Ia menegaskan bahwa tim tidak ingin memikirkan semifinal terlalu cepat.
“Kami harus fokus sepenuhnya pada Thailand. Setelah itu selesai, barulah kami memikirkan semifinal,” katanya.
Dalam catatan historis, Iran selalu mendominasi Thailand. Mereka menang 7-1 pada IFCPF Asia Oceania Championship 2018 dan kembali menang 5-0 pada edisi 2023. (nik)
Editor : Niko auglandy