RADARSOLO.COM – PSIS Semarang kembali menelan hasil buruk pada lanjutan Championship 2025/2026 (Liga 2).
Menjamu Persipura Jayapura di Stadion Jatidiri, Selasa (18/11/2025), Laskar Mahesa Jenar harus menyerah dengan skor telak 0-4.
1-Jalannya Pertandingan Tak Berimbang
Persipura tampil dominan sejak awal pertandingan. Tim Mutiara Hitam membuka keunggulan cepat melalui Matheus Vieira da Silva pada menit ke-12.
Gunansar Papua Mandowen kemudian menggandakan keunggulan lewat aksi individualnya di menit ke-37.
Memasuki babak kedua, PSIS mencoba keluar dari tekanan, namun justru kembali dibuat kelimpungan oleh serangan Persipura.
Artur Jesus Vieira mencetak gol ketiga di menit ke-86, disusul Boaz Theofilus Erwin Solossa yang mengunci kemenangan 0-4 di masa injury time.
Empat gol Persipura tercipta secara meyakinkan, namun laga ini juga diwarnai empat kartu kuning untuk tim tamu.
D. Febrianto M. Uopmabin (43’), Adzib Al Hakim Arsyad (50’), Ramai Melvin Rumakiek (75’), dan Markus Otto Alberti Madjar (84’) masing-masing diganjar peringatan oleh wasit.
2- PSIS Juru Kunci Klasemen Grup 2
Kekalahan ini semakin memperburuk posisi PSIS di klasemen sementara Grup 2.
Mereka kini terpuruk di dasar klasemen setelah 11 pertandingan tanpa satu pun kemenangan.
Dari 11 laga tersebut, PSIS hanya mampu meraih dua hasil imbang dan sembilan kekalahan.
Lebih menyedihkan lagi, PSIS baru mencetak empat gol sepanjang musim, namun sudah kebobolan 29 kali.
Situasi ini menjadi ironi bagi klub sebesar PSIS yang justru baru mengumpulkan dua poin dari total 33 poin maksimal.
Kebalikan dari PSIS, Persipura menunjukkan tren positif setelah sempat berada lama ada di papan tengah pada awal musim.
Kemenangan besar di Semarang membuat mereka kini mantap bertengger di peringkat ketiga klasemen Grup 2.
3-Beda Nasib dengan Mutiara Hitam
Dari 11 laga, Persipura mengoleksi 23 poin hasil dari tujuh kemenangan, dua hasil seri, dan dua kali kalah.
Mereka total mencetak 16 gol dan hanya kebobolan enam kali, menjadikan lini pertahanan mereka salah satu yang terbaik di grup.
Persipura pun semakin menegaskan diri sebagai salah satu kandidat kuat untuk lolos ke babak berikutnya, sementara PSIS harus segera mencari solusi jika ingin keluar dari zona merah.
4-Owner Baru Punya Tugas Berat
Drama akuisisi PSIS Semarang akhirnya mencapai babak baru.
Saham mayoritas PT Mahesa Jenar resmi diambil alih pengusaha perempuan asal Semarang, Datu Nova Fatmawati, dengan total kepemilikan mencapai 74,2 persen.
Proses penyerahan saham itu berlangsung dalam pertemuan antara Datu dan perwakilan pemilik sebelumnya, Joni Kurnianto, Senin (17/11).
Sayangnya satu hari kemudian, pemilih saham baru harus sedikit kecewa karena PSIS kena bantai dari klub asal tanah Papua.
Datu tentu punya tugas berat untuk membangun PSIS Semarang.
Salah satunya untuk menyelamatkan tim ini adalah berubah komposisi skuad dan mendatangkan amunisi yang berkualitas di bursa transfer nanti. (nik)
Editor : Niko auglandy