RADARSOLO.COM - Persaingan di papan bawah BRI Super League 2025/2026 semakin memanas setelah pekan ke-11 resmi ditutup.
Sejumlah tim besar masih harus bekerja keras untuk keluar dari zona merah, termasuk PSBS Biak, Persijap Jepara, Persis Solo, dan Semen Padang FC.
PSBS Biak berada di posisi ke-15 dengan torehan 9 poin dari 11 pertandingan.
Mereka mencatat 2 kemenangan, 3 imbang, dan 6 kekalahan, dengan produktivitas 10 gol dan kebobolan 20 kali, sehingga menorehkan selisih gol -10.
Di bawahnya, Persijap Jepara menempati peringkat ke-16 dengan 8 poin. Dari 11 laga, mereka baru meraih 2 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 7 kekalahan.
Lini belakang Persijap masih menjadi masalah besar setelah kebobolan 18 gol sejauh ini.
Persis Solo, yang musim lalu bersaing di papan tengah, kini justru terlempar ke posisi ke-17. Mereka baru mengumpulkan 6 poin, dengan hanya satu kemenangan dari 11 pertandingan.
Total kebobolan mereka mencapai 22 gol, menjadikan pertahanan Persis salah satu yang terburuk musim ini.
Di dasar klasemen, Semen Padang FC masih kesulitan bangkit.
Dengan 4 poin, mereka hanya meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang dari 11 pertandingan. Minimnya produktivitas gol serta rapuhnya pertahanan membuat Kabau Sirah masih terpuruk di posisi ke-18.
Situasi ini membuat persaingan untuk keluar dari zona degradasi dipastikan semakin sengit pada pekan-pekan berikutnya.
Setiap poin akan sangat berharga bagi tim-tim yang sedang berjuang memperbaiki posisi. (nik)
Editor : Niko auglandy