RADARSOLO.COM – Langkah progresif kembali ditempuh dalam penyelenggaraan Liga Nusantara musim 2025/2026 (Liga 3).
Melalui Manager Meeting yang digelar secara daring, I.League memperkenalkan sejumlah pembaruan regulasi hingga sistem administrasi digital yang akan mulai diberlakukan pada musim ini.
Agenda tersebut menjadi momentum penting dalam menyelaraskan visi operator liga dengan kesiapan 24 klub peserta sebelum kick-off resmi pada 29 November 2025.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, membuka pemaparan dengan penegasan komitmen penyelenggara dalam menghadirkan kompetisi yang semakin profesional. Salah satunya melalui peningkatan standar kualitas lapangan dan kesiapan stadion sebagai bagian dari regulasi baru.
“Kami sangat bersemangat memasuki musim kedua Liga Nusantara. Diskusi bersama para manajer klub berlangsung produktif. Komitmen para peserta sangat besar untuk memajukan kompetisi ini. Pembaruan, termasuk e-Start List, kami yakini akan membuat pelaksanaan liga semakin efisien dan profesional,” kata Asep Saputra.
Tidak hanya menyangkut fasilitas pertandingan, I.League juga mengimplementasikan ketentuan baru terkait etika (Code of Ethics), yang selaras dengan standar kompetisi di level Super League dan Championship.
Kebijakan ini diharapkan memperkuat integritas kompetisi sebagai fondasi penting dalam pembinaan sepak bola nasional.
Sementara itu, aturan mengenai penggunaan pemain muda tetap dipertahankan.
Kebijakan tersebut kembali menjadi salah satu fokus utama operator liga agar talenta muda nasional mendapatkan menit bermain yang lebih besar di level semi-profesional.
General Manager Competition Operation I.League, Ronny Suhatril, menegaskan keberpihakan terhadap perkembangan pemain usia muda akan terus dijaga.
“Kebijakan pemain muda bukan hanya regulasi, tetapi investasi jangka panjang bagi sepak bola Indonesia. Liga Nusantara menjadi panggung penting untuk melahirkan generasi emas berikutnya,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, I.League juga memperkenalkan e-Start List, sistem digital yang dirancang untuk menyederhanakan proses administrasi pertandingan serta meminimalkan potensi kesalahan pencatatan data.
Rangkaian pembaruan yang diperkenalkan dalam Manager Meeting ini menjadi bukti keseriusan I.League dalam menghadirkan kompetisi yang tidak hanya menarik di lapangan, tetapi juga memiliki tata kelola yang semakin modern dan berkualitas.
Dengan seluruh kesiapan tersebut, Liga Nusantara diharapkan mampu memberi dampak positif bagi pengembangan sepak bola Indonesia dari akar rumput hingga menuju jenjang profesional. (nik)
Editor : Niko auglandy