RADARSOLO.COM – Nirgol. Jual beli serangan selama lebih dari 90 menit berakhir tanpa pemenang. Bali United dan Persis Solo harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 0-0 pada pekan ke-14 Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (23/11) malam.
Tambahan satu poin belum cukup mengangkat posisi Persis di dasar klasemen.
Laskar Sambernyawa masih tertahan sebagai juru kunci, melengkapi catatan miris: satu kemenangan, empat hasil seri, dan tujuh kali tumbang di musim ini.
Babak pertama berjalan alot. Minim peluang. Memasuki babak kedua, tensi pertandingan melonjak.
Pada menit ke-57, wasit sempat menghentikan laga untuk mengecek potensi kartu merah setelah Cleylton Santos menjatuhkan pemain tuan rumah. Setelah meninjau ulang cukup lama, bek asal Brasil itu hanya diganjar kartu kuning.
Persis nyaris memecah kebuntuan delapan menit kemudian.
Dari situasi bola mati, Sho Yamamoto mengirim umpan lengkung terukur ke kotak penalti. Xandro Schenk menyambutnya dengan sundulan keras. Namun bola masih bisa ditepis kiper Bali United.
Arjuna menebar ancaman untuk Persis pada menit ke-69. Peluang itu berhasil dipatahkan lewat kerja sama apik Cleylton Santos dan kiper Muhammad Riyandi yang sigap menutup ruang tembak.
Tuan rumah kembali menggempur. Menit ke-78, Arjuna lagi-lagi membuat pertahanan Persis kewalahan.
Lewat umpan matang yang disodorkan, Bali United hampir saja memecah kebuntuan.
Beruntung, intersep krusial Jordy Tutuarima menyelamatkan gawang Persis dari kebobolan.
Drama terus bergulir sampai menit akhir. Persis mendapat peluang dari bola mati di masa injury time.
Namun sepakan Tutuarima tidak menemui rekannya di kotak penalti (90+2’). Hingga peluit panjang dibunyikan, papan skor tetap membeku: 0-0.
Klasemen Sementara Kian Memanas
Persis Solo memang berhasil membawa pulang satu poin dari Pulau Dewata setelah menahan imbang Bali United 0-0, Sabtu (23/11).
Namun kenyataannya, hasil ini terasa pahit bagi Laskar Sambernyawa.
Tambahan satu angka itu belum cukup mengangkat Persis dari dasar klasemen.
Persis masih terbenam sebagai juru kunci Super League dengan hanya 7 poin dari 12 laga—rekor yang berat: 1 kemenangan, 4 kali seri, dan 7 kekalahan.
Persijap Jepara (8 poin) dan Semen Padang (7 poin) pun belum keluar dari zona degradasi, membuat pertarungan di dasar klasemen semakin panas dan menegangkan.
Di kubu lain, Bali United juga tidak sepenuhnya tersenyum.
Gagal menang di kandang membuat Serdadu Tridatu tertahan di peringkat 11 dengan 14 poin dari 12 pertandingan.
Sementara itu, jauh di atas sana, Borneo FC melaju tanpa sandungan.
Tim Pesut Etam mencatat 11 kemenangan beruntun dan nyaman duduk di puncak klasemen dengan 33 poin, meninggalkan Persija Jakarta (26 poin) yang mengejar dari posisi kedua.
Di belakangnya, Persib Bandung dan PSIM Jogja yang sama-sama mengoleksi 22 poin terus menempel ketat di posisi tiga dan empat.
Drama musim ini masih panjang. Tekanan semakin berat. Persis Solo butuh lebih dari sekadar bertahan—mereka membutuhkan kebangkitan.
Dan waktu terus berjalan. (nik)
Editor : Niko auglandy