Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Eks Persis Solo Jadi Guru #2: Villol Vebrian Kini Fokus Mengambangkan Potensi Siswa dan Sempat Latih Klub Liga 3

Niko auglandy • Selasa, 25 November 2025 | 19:05 WIB
Villol Vebrian jadi salah satu guru di SMA Batik 2 Surakarta.
Villol Vebrian jadi salah satu guru di SMA Batik 2 Surakarta.

RADARSOLO.COM - Setelah Joko Rusmanto, ada satu nama lagi dari Solo Raya yang menunjukkan bahwa sepak bola dan pendidikan bisa berjalan seiring: Villol Vebrian Nugrahendy.

Villol Vebrian merupakan mantan pemain Persis Solo yang sempat memperkuat Laskar Sambernyawa pada musim 2010 yang saat itu terjun di Divisi Utama musim 2010.

Meski kariernya di level profesional tidak panjang, semangatnya untuk tetap berada di jalur olahraga tidak pernah padam.

Villol Vebrian saat launching skuad Persis Solo musim 2010.
Villol Vebrian saat launching skuad Persis Solo musim 2010.

Ketika waktunya gantung sepatu tiba, ia tidak meninggalkan dunia yang membesarkannya. Sebaliknya, Villol memilih menyalurkan pengalamannya melalui dunia pendidikan.

Kini ia mengajar sebagai guru olahraga di SMA Batik 2 Surakarta.

Di sekolah tersebut, ia bukan sekadar berdiri di depan kelas sebagai pendidik.

Villol juga menukangi tim sepak bola pelajar dan membawa mereka meraih prestasi membanggakan di berbagai turnamen antarpelajar.

Kerja keras dan pendekatan kepelatihannya mulai menuai hasil nyata.

Langkahnya semakin kokoh ketika pada 2022, Villol resmi dipercaya sebagai pelatih utama PSIK Klaten di Liga 3 Zona Jawa Tengah.

Penunjukan ini menjadi pengakuan bahwa kapasitasnya tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam dunia sepak bola kompetitif.

Nilai-nilai yang ia pelajari sejak masih merumput — disiplin, kebersamaan, dan kerja keras — kini ia wariskan kepada para siswa dan pemain yang ia latih.

Bagi Villol, pendidikan dan olahraga adalah dua elemen yang saling menguatkan dalam membentuk karakter muda yang tangguh dan berintegritas.

Transisinya dari pemain ke pendidik menguatkan satu pesan: karier olahraga tidak berhenti ketika pemain tak lagi merumput.

Justru dari situlah kontribusi baru dapat dimulai — kontribusi yang menjangkau lebih banyak generasi.

Kisah Villol Vebrian Nugrahendy menjadi inspirasi bahwa ada banyak jalan untuk terus berkarya melalui sepak bola. Asalkan semangat tidak pernah padam, pengabdian akan selalu menemukan tempatnya. (nik) 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #PSIK Klaten #Villol Vebrian Nugrahendy