Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pelatih Persika Karanganyar Geram: “Pertandingan Sangat Tidak Menarik, Kalau Begini, Sepak Bola Kita Tidak Akan Maju!”

Niko auglandy • Senin, 1 Desember 2025 | 05:35 WIB
Logo Persika Karanganyar
Logo Persika Karanganyar

RADARSOLO.COM — Persika Karanganyar mengamankan kemenangan atas Persikutim United di Stadion UNS, Minggu sore (30/11/2025), dalam laga perdananya di Liga Nusantara 2025/2026 (Liga 3).

Namun tiga poin tersebut terasa tidak sepenuhnya manis. Pertandingan berjalan keras dan penuh kontroversi hingga wasit mengeluarkan banyak kartu, termasuk tiga kartu merah yang mewarnai laga.

Tempo permainan sebenarnya cukup tinggi sejak menit-menit awal. Duel fisik terjadi hampir di seluruh sektor lapangan.

Persika mampu memecah kebuntuan lewat satu peluang efektif, yang menjadi satu-satunya gol hingga peluit panjang. Namun pertandingan berjalan kurang nyaman karena kerap terhenti akibat pelanggaran dan protes dari kedua kubu.

Pelatih Persika Karanganyar, Ahmad Bustomi, tidak menutupi rasa frustrasinya. Mantan gelandang Timnas Indonesia itu sangat kecewa dengan kualitas pertandingan — bukan hanya kinerja wasit, tetapi juga banyaknya miskomunikasi yang membuat laga tidak enak ditonton.

“Pertandingan hari ini menurut saya sangat tidak menarik. Sangat tidak menarik,” tegas Bustomi.

 Baca Juga: Konsistensi Lini Pertahanan Persis Solo di Sorot, PSM Makassar Berhasil Membawa Mimpi Buruh Buat Laskar Sambernyaw

Ia menyebut baik Persika maupun Persikutim sama-sama kesal terhadap keputusan wasit.
“Persikutim sepertinya kecewa dengan kinerja wasit, begitu juga dengan kami dari Persika. Kalau begini terus-menerus sepak bola kita tidak maju,” keluhnya. 

 Baca Juga: Hasil Akhir Persiba Bantul vs Waanal Brothers FC: Kartu Merah Warnai Laga Sengit Liga 3 di Kota Surabaya

Eks Arema FC dan Bhayangkara FC itu menambahkan banyak keputusan terasa tidak tepat.

“Wasit itu pengadil lapangan, dia harusnya adil,” ucap Bustomi. 

Meski vokal terhadap kepemimpinan wasit, Bustomi tetap mengakui bahwa timnya juga perlu introspeksi.

“Kami dapat dua kartu merah. Pertandingan tadi jujur tidak menarik, banyak yang perlu diperbaiki. Kami introspeksi, wasit juga harus introspeksi,” tuturnya. 

Menurutnya, terlalu fokus pada keputusan wasit justru menghambat perkembangan sepak bola daerah.

“Kita terlalu berkutat pada keputusan wasit, bla, bla, bla, bla, kita ketinggalan dengan negara lain,” ungkapnya. 

 Laga Berjalan Memanas

Ya, seperti diberitakan sebelumnya, laga Grup C Liga Nusantara 2025/2026 antara Persika Karanganyar dan Persikutim United di Stadion Banyuanyar, Surakarta,  berlangsung panas sejak menit pertama.

Pertandingan yang digelar tanpa penonton sesuai regulasi kompetisi ini tetap menyajikan tensi tinggi di lapangan, bahkan menjadi salah satu laga dengan jumlah kartu terbanyak di pekan pembuka.

Laga Persikutim United vs Persika Karanganyar di Lapangan Banyuanyar (30/11/2025).
Laga Persikutim United vs Persika Karanganyar di Lapangan Banyuanyar (30/11/2025).

Persika Karanganyar yang datang sebagai runner-up Liga 4 Nasional musim lalu langsung tampil menekan.

Tekanan cepat itu membuahkan hasil pada menit ke-5 setelah wasit menghadiahkan penalti.

Abi Defa Marendra yang maju sebagai eksekutor dengan tenang mengarahkan bola ke gawang dan membawa Persika unggul 1-0.

Gol cepat ini membuat ritme pertandingan semakin memanas. Persikutim mencoba membalas melalui kombinasi serangan balik, sementara Persika tetap agresif menjaga dominasi.

Ketegangan mulai terlihat ketika sejumlah pelanggaran keras terjadi di lini tengah. Wasit harus bekerja ekstra keras mengendalikan pertandingan yang terus berjalan intens.

Dalam tempo kurang dari setengah jam, kartu kuning mulai berjatuhan. Situasi kemudian memuncak pada menit ke-31 ketika Muhammad Kifly dari Persika dan Daud Kotulus dari Persikutim terlibat insiden yang berujung pada dua kartu merah sekaligus. Kedua tim pun dipaksa melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Meski sudah terjadi pengusiran pemain, tensi pertandingan tak menurun. Babak kedua berjalan lebih keras, terutama karena Persikutim mulai meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan.

Persika pun harus melakukan rotasi dan menyesuaikan pola permainan demi mempertahankan keunggulan. Pelanggaran demi pelanggaran kembali terjadi, membuat wasit mengeluarkan lebih banyak kartu kuning.

Petaka bagi Persika datang pada menit ke-83 ketika Mohamad Iqbal yang sebelumnya sudah diganjar kartu kuning menerima kartu kedua dan harus meninggalkan lapangan.

Persika harus bertahan dengan sembilan pemain di sisa waktu pertandingan. Meski demikian, mental dan disiplin para pemain Laskar Lawu tak goyah. Mereka mampu merapatkan barisan pertahanan untuk menahan gempuran Persikutim hingga peluit panjang dibunyikan.

Laga berakhir dengan skor 1-0 untuk Persika Karanganyar. Kemenangan ini menjadi awal manis bagi tim promosi tersebut, sekaligus modal berharga di Grup C Liga Nusantara.

Sementara itu, Persikutim United harus menerima kekalahan perdana dalam pertandingan yang dipenuhi kartu dan tensi tinggi sejak menit awal.

 Baca Juga: Jadwal Lengkap Pekan Pertama Liga 3 2025/2026, Laga Digelar di Kota Solo, Megelang, dan Surabaya

Di balik kekesalan terhadap jalannya pertandingan, Bustomi memastikan tim tetap berada pada proses pengembangan.

“Yang jelas game plan sudah disiapkan. Step by step,” ujarnya. 

 Baca Juga: Hasil Akhir Persika Karanganyar vs Persikutim United dan Klasemen Sementara Liga Nusantara: Drama Diwarnai 3 Kartu Merah dan 8 Kartu Kuning

Kemenangan tetap menjadi modal penting bagi Persika Karanganyar.

Namun catatan pertandingan sore itu kembali mengingatkan bahwa pembenahan sistem kompetisi dan kepemimpinan pertandingan juga menjadi faktor penting untuk memajukan sepak bola lokal. (nik) 



Editor : Niko auglandy
#Liga 3 #liga nusantara #Persikutim #persika