RADARSOLO.COM - Laga Grup C Liga Nusantara 2025/2026 (Liga 3) antara Persika Karanganyar dan Persikutim United di Stadion Banyuanyar, Surakarta, Minggu (30/11/2025), berlangsung panas sejak peluit awal dibunyikan.
Meski pertandingan digelar tanpa penonton sesuai regulasi kompetisi, tensi tinggi tetap menguasai lapangan. Laga ini bahkan menjadi salah satu duel dengan jumlah kartu terbanyak di pekan pembuka.
Datang sebagai runner-up Liga 4 Nasional musim lalu, Persika Karanganyar langsung tampil garang. Tekanan cepat mereka berbuah hasil pada menit ke-5 setelah wasit menunjuk titik putih.
Abi Defa Marendra yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang. Bola diarahkan ke pojok gawang—tanpa bisa dijangkau kiper—dan Persika unggul 1-0. Gol cepat itu membuat ritme laga semakin memanas.
Persikutim mencoba membalas melalui serangan balik cepat, sementara Persika tetap ngotot menjaga dominasi.
Ketegangan mulai terasa ketika pelanggaran-pelanggaran keras terjadi di lini tengah. Wasit dipaksa bekerja ekstra untuk mengendalikan emosi kedua tim.
Dalam tempo kurang dari setengah jam, kartu kuning mulai bertebaran. Situasi mencapai puncaknya pada menit ke-31.
Bentrokan antara Muhammad Kifly (Persika) dan Daud Kotulus (Persikutim) berujung dua kartu merah sekaligus. Kedua tim terpaksa melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Alih-alih mereda, tensi justru meningkat di babak kedua. Persikutim meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan, membuat Persika harus melakukan rotasi dan mengubah pola permainan demi menjaga keunggulan.
Pelanggaran demi pelanggaran kembali terjadi, kartu kuning kembali bermunculan.
Petaka menimpa Persika pada menit ke-83. Mohamad Iqbal, yang sebelumnya telah mengantongi kartu kuning, kembali melakukan pelanggaran dan menerima kartu kuning kedua. Persika terpaksa menutup laga hanya dengan sembilan pemain.
Meski dalam tekanan, mental dan kedisiplinan Laskar Lawu tak runtuh. Barisan pertahanan mereka dikunci rapat hingga peluit panjang dibunyikan.
Persika menang 1-0 — kemenangan dramatis, penuh perjuangan, dan menjadi modal berharga di Grup C Liga Nusantara.
Usai pertandingan, pencetak gol Abi Defa Marendra mengungkapkan rasa syukurnya.
“Pertandingan ini tak mudah. Ditambah kita kekurangan pemain kami dapat dua kartu merah. Alhamdulillah kami dapat poin,” ujarnya.
Sementara itu, dengan hasil ini Persikutim United harus menerima kekalahan perdana dalam laga penuh kartu dan tensi tinggi sejak menit awal.
Persaingan di Grup C kini mulai memanas setelah seluruh pertandingan pekan pertama tuntas.
Dua tim langsung mencuri perhatian dengan kemenangan perdana: RANS Nusantara FC dan Persika Karanganyar.
RANS memimpin klasemen sementara berkat keunggulan selisih gol setelah menang 1-0, diikuti Persika yang juga meraih kemenangan 1-0.
Hasil ini menegaskan status Persika sebagai tim promosi yang tidak sekadar numpang lewat.
Setelah menjadi runner-up Liga 4 Nasional musim lalu, mereka menunjukkan kesiapan bersaing di level Liga 3.
Di papan bawah, Persibo Bojonegoro dan Persikutim United harus puas di posisi tiga dan empat usai menelan kekalahan identik 0-1.
Sementara Sang Maestro FC belum memainkan laga dan masih berada di dasar klasemen. (nik)
Editor : Niko auglandy