RADARSOLO.COM - Minggu, 30 November 2025, Stadion Segiri Samarinda menjadi saksi bisu kejatuhan tak terduga sang pemuncak klasemen. Dalam lanjutan Super League 2025/2026 (Liga 1), Borneo FC Samarinda harus tumbang dari tamunya, Bali United.
Satu-satunya gol tercipta pada menit ke-54 melalui sontekan I Kadek Agung Widnyana Putra. Bola hasil kombinasi serangan terukur Bali United tak mampu dibendung lini pertahanan Pesut Etam. Stadion terdiam.
Padahal, pertandingan ini disaksikan 8.246 penonton (64 persen kapasitas) yang datang dengan satu harapan: kemenangan ke-12 bagi Borneo FC. Namun kenyataan berbicara lain.
Bali United tampil disiplin total, meski harus berulang kali mendapatkan tekanan dari tim tuan rumah.
Empat kartu kuning didapat Serdadu Tridatu masing-masing atas nama Tim Charles Pieter Receveur (22’), Brandon James Wilson (79’), Ricky Fajrin Saputra (86’), dan Mike Hauptmeijer (90’). Tapi mental kuat mereka membuat kedisiplinan tak runtuh.
Sebaliknya, kekalahan 0-1 ini terasa amat menyakitkan bagi Borneo FC.
Bagaimana tidak, dalam 11 laga sebelumnya mereka selalu menang. Dewi Fortuna seolah memalingkan wajah di pekan ke-12.
Bermain di rumah sendiri pun tidak cukup untuk mengamankan poin. Ribuan suporter justru menyaksikan kekalahan pertama Borneo FC musim ini, dan itu terjadi di Segiri — kandang yang selama ini menjadi benteng menakutkan.
Meski kalah, Borneo FC tetap bertahan di puncak klasemen Super League dengan 33 poin dari 12 laga (11 menang, 1 kalah).
Di bawah mereka, Persija Jakarta menempel ketat dengan 29 poin dari 13 laga (9 menang, 2 seri, 2 kalah).
Posisi ketiga dihuni Persib Bandung dengan 25 poin dari 11 laga (8 menang, 1 seri, 2 kalah).
Sementara itu, kemenangan penting ini mengangkat Bali United ke peringkat ke-11 dengan 17 poin dari 13 pertandingan (4 menang, 5 seri, 4 kalah). Sebuah penanda bahwa klub ini belum habis dan mulai bangkit menembus papan tengah.
Borneo FC boleh kalah malam itu. Namun satu hal pasti: persaingan di papan atas resmi memanas.
Semakin sedikit ruang untuk terpeleset, karena rival-rival utama kini hanya menunggu momen untuk menyeret pemuncak klasemen turun dari singgasana. (nik)
Editor : Niko auglandy