Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pelatih Persikutim United Kecewa Keputusan Wasit di Laga Kontra Persika Karanganyar: Banjir Kartu Kontroversi di Kota Bengawan

Niko auglandy • Senin, 1 Desember 2025 | 21:35 WIB
Laga Persikutim United vs Persika Karanganyar di Lapangan Banyuanyar (30/11/2025).
Laga Persikutim United vs Persika Karanganyar di Lapangan Banyuanyar (30/11/2025).

RADARSOLO.COM— Duel Grup C Liga Nusantara 2025/2026 antara Persika Karanganyar vs Persikutim United di Stadion Banyuanyar, Minggu (30/11/2025), berlangsung panas bak final.

Meski pertandingan digelar tanpa penonton, tensi tinggi tetap membara sejak peluit awal dibunyikan.

Datang sebagai runner-up Liga 4 Nasional musim lalu, Persika langsung menggebrak.

Tekanan cepat mereka berbuah manis pada menit ke-5 setelah wasit menunjuk titik putih.

Abi Defa Marendra yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugas dengan tenang—bola diarahkan ke pojok gawang tanpa bisa ditepis penjaga gawang. Persika unggul 1-0.

Gol cepat membuat ritme pertandingan makin eksplosif. Persikutim membalas lewat serangan balik cepat, sementara Persika tetap ngotot menjaga dominasi.

Tensi mulai meninggi saat pelanggaran-pelanggaran keras terjadi di lini tengah. Wasit dipaksa bekerja ekstra mengendalikan emosi pemain. Dalam waktu kurang dari setengah jam, kartu kuning mulai bertebaran.

Puncak ketegangan datang di menit ke-31.
Daud Kotulus (Persikutim) menjegal Muhammad Kifly (Persika) dalam perebutan bola. Adu emosi merembet hingga ke bangku cadangan.

Wasit mengambil langkah tegas: dua kartu merah sekaligus untuk Daud dan Kifly. Kedua tim melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Alih-alih mereda, tensi justru semakin meninggi di babak kedua. Persikutim meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Persika terpaksa mengubah pola permainan dan melakukan rotasi demi menjaga keunggulan tipis.

Namun drama belum selesai. Menit ke-83, Mohamad Iqbal (Persika) yang sudah mengantongi kartu kuning melakukan pelanggaran lagi.

Kartu kuning kedua melayang — dan Persika harus bermain dengan 9 pemain di sisa pertandingan.

Meski di bawah tekanan berat, pertahanan Laskar Lawu tampil super disiplin. Barisan belakang dikunci rapat sampai peluit panjang berbunyi.

Persika menang 1-0 — kemenangan dramatis, penuh tensi, dan jadi modal emas di Grup C Liga Nusantara.

Usai Laga Munculkan Kekecewaan

Pelatih Persikutim United, Purwanto Suwondo tak bisa menyembunyikan rasa kecewa. Namun ia mencoba mengambil sisi positif dari pertandingan.

“Kami bersyukur pertandingan hari ini berjalan lancar walau hasil belum sesuai target. Banyak kejadian negatif di lapangan. Saya tidak menyalahkan siapa pun — biar Yang di atas yang memahami. Semoga ini jadi pembelajaran untuk kami dan sepak bola Indonesia,” ujarnya.

Tak lupa ia memberi selamat kepada tim lawan.

“Selamat untuk Persika. Belum rezeki untuk kami hari ini. Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya kami dapat hasil lebih baik,” terangnya. 

 Baca Juga: Link Pendaftaran Petugas Kesehatan Haji 2026 di daftarin.kemkes.go.id, Cek Syarat dan Batas Akhirnya!

Pemain Persikutim, Raflianoor, juga meluapkan kekecewaannya.

“Pertandingan hari ini cukup keras. Banyak keputusan yang terasa kurang berpihak ke kami, tapi kami jadikan ini pembelajaran. Semoga laga berikutnya lebih baik,” ucapnya. (nik) 

 

 

Editor : Niko auglandy
#liga nusantara #Persikutim #persika