Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ditelepon Orang Tua & Dimarahi! Legenda Arema FC Introspeksi Diri Jelang Persika Karanganyar vs Sang Maestro Tanding di Liga 3 di Kota Solo

Niko auglandy • Kamis, 4 Desember 2025 | 17:45 WIB
Laga Persikutim United vs Persika Karanganyar di Lapangan Banyuanyar (30/11/2025).
Laga Persikutim United vs Persika Karanganyar di Lapangan Banyuanyar (30/11/2025).

RADARSOLO.COM – Pekan kedua Liga Nusantara 2025/2026 Grup C kembali bergulir pada Kamis (4/12) di Stadion Banyuanyar, Surakarta. Salah satu laga yang menjadi sorotan ialah pertemuan antara Sang Maestro FC kontra Persika Karanganyar.

Bagi Persika Karanganyar, pertandingan ini akan menjadi ujian penting untuk mempertahankan tren positif setelah pada laga pembuka sukses mengalahkan Persikutim United dengan skor tipis 1-0.

Namun jelang laga kontrak Sang Maestro digelar, pelatih Persika Ahmad Bustomi menyita perhatian publik setelah memberikan pernyataan terbuka terkait emosinya di laga perdana.

Pada konferensi pers jelang pertandingan, Bustomi menyampaikan permintaan maaf atas sikapnya di laga Persika kontra Persikutim United yang berlangsung panas.

“Pertandingan kedua ini kami tekankan bukan hanya soal strategi pemain. Saya sendiri belajar untuk mengontrol emosi. Saya minta maaf atas insiden di pertandingan pertama yang menurut saya cukup chaos,” ucap Bustomi saat jumpa pers, Rabu (4/12/2025).

Baca Juga: Bau Saat Kemarau, Limbah Saat Hujan, Warga Mojo Kota Solo Serasa Hidup Dalam Derita Tak Berujung

Dia mengakui menerima teguran keras dari keluarga setelah pertandingan tersebut.

“Setelah pertandingan orang tua saya telepon, saya dimarahi. Saya tidak mencari pembenaran. Saya introspeksi diri,” lanjut eks pemain Arema FC tersebut. 

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu! PMI Solo Kirim Ratusan Kantong Darah Demi Selamatkan Nyawa di Sumatera

Bustomi menjelaskan bahwa kondisi lapangan yang tergenang air dan beberapa keputusan wasit memicu ketegangan dalam pertandingan peSumate

Dia mengaku reaktif karena melihat pemainnya diinjak di bagian dada hingga terjadi kartu merah yang merugikan tim.

“Saya bereaksi karena pemain saya mengalami kejadian yang membahayakan. Dulu saya punya teman, Jumadi Abdi, yang meninggal akibat tendangan di bagian perut. Saya tidak ingin hal seperti itu terulang,” ungkapnya.

Baca Juga: Membawa Energi Keajaiban Curacao: Gervane Kastaneer, Pahlawan Piala Dunia yang Kini Bertaruh Nyawa Demi Persis Solo

Pelatih Persika itu menegaskan bahwa fokus tim kini sepenuhnya untuk tampil lebih berkualitas pada laga berikutnya, bukan sekadar larut dalam emosi.

“Untuk match berikutnya saya ingin mengontrol emosi, baik dari diri saya maupun para pemain. Kami ingin menang lewat kualitas permainan,” tegas mantan bintang Arema dan Timnas Indonesia tersebut.

Mengenai kesiapan skuad Persika, Bustomi mengungkapkan bahwa timnya tidak memiliki pemain cadangan karena tidak ada kontrak khusus untuk pelapis.

“Kami tidak punya pemain cadangan. Jadi semua pemain siap turun,” bebernya.

Baca Juga: Tekel Horor Berujung Denda untuk PSPS Pekanbaru

Pertandingan Sang Maestro FC vs Persika Karanganyar dipastikan berlangsung ketat mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk bersaing di papan atas Grup C Liga Nusantara 2025/2026.

Klasemen sementara grup C Liga Nusantara 2025/2026. (update 2 Desember 2025)
Klasemen sementara grup C Liga Nusantara 2025/2026. (update 2 Desember 2025)

Lawan Persikutim, 9 vs 10 Pemain

Ya, seperti diberitakan sebelhmnya, Persika Karanganyar mengamankan kemenangan atas Persikutim United di Stadion UNS, Minggu sore (30/11/2025), dalam laga perdananya di Liga Nusantara 2025/2026 (Liga 3).

Namun tiga poin tersebut terasa tidak sepenuhnya manis.

Pertandingan berjalan keras dan penuh kontroversi hingga wasit mengeluarkan banyak kartu, termasuk tiga kartu merah yang mewarnai laga.

Tempo permainan sebenarnya cukup tinggi sejak menit-menit awal. Duel fisik terjadi hampir di seluruh sektor lapangan.

Persika mampu memecah kebuntuan lewat satu peluang efektif, yang menjadi satu-satunya gol hingga peluit panjang.

Namun pertandingan berjalan kurang nyaman karena kerap terhenti akibat pelanggaran dan protes dari kedua kubu.

Usai laga, Pelatih Persika Karanganyar, Ahmad Bustomi tidak menutupi rasa frustrasinya.

Saat di momen jumpa pers, Mantan gelandang Timnas Indonesia itu sangat kecewa dengan kualitas pertandingan — bukan hanya kinerja wasit, tetapi juga banyaknya miskomunikasi yang membuat laga tidak enak ditonton.

“Pertandingan hari ini menurut saya sangat tidak menarik. Sangat tidak menarik,” tegas Bustomi.

 Baca Juga: Konsistensi Lini Pertahanan Persis Solo di Sorot, PSM Makassar Berhasil Membawa Mimpi Buruh Buat Laskar Sambernyaw

Ia menyebut baik Persika maupun Persikutim sama-sama kesal terhadap keputusan wasit.

“Persikutim sepertinya kecewa dengan kinerja wasit, begitu juga dengan kami dari Persika. Kalau begini terus-menerus sepak bola kita tidak maju,” keluhnya. 

 Baca Juga: Hasil Akhir Persiba Bantul vs Waanal Brothers FC: Kartu Merah Warnai Laga Sengit Liga 3 di Kota Surabaya

Eks Arema FC dan Bhayangkara FC itu menambahkan banyak keputusan terasa tidak tepat.

“Wasit itu pengadil lapangan, dia harusnya adil,” ucap Bustomi. 

Meski vokal terhadap kepemimpinan wasit, Bustomi tetap mengakui bahwa timnya juga perlu introspeksi.

“Kami dapat dua kartu merah. Pertandingan tadi jujur tidak menarik, banyak yang perlu diperbaiki. Kami introspeksi, wasit juga harus introspeksi,” tuturnya. 

Menurutnya, terlalu fokus pada keputusan wasit justru menghambat perkembangan sepak bola daerah.

“Kita terlalu berkutat pada keputusan wasit, bla, bla, bla, bla, kita ketinggalan dengan negara lain,” ungkapnya. 

 Laga Berjalan Memanas

Ya, seperti diberitakan sebelumnya, laga Grup C Liga Nusantara 2025/2026 antara Persika Karanganyar dan Persikutim United di Stadion Banyuanyar, Surakarta,  berlangsung panas sejak menit pertama.

Pertandingan yang digelar tanpa penonton sesuai regulasi kompetisi ini tetap menyajikan tensi tinggi di lapangan, bahkan menjadi salah satu laga dengan jumlah kartu terbanyak di pekan pembuka.

Persika Karanganyar yang datang sebagai runner-up Liga 4 Nasional musim lalu langsung tampil menekan.

Tekanan cepat itu membuahkan hasil pada menit ke-5 setelah wasit menghadiahkan penalti.

Abi Defa Marendra yang maju sebagai eksekutor dengan tenang mengarahkan bola ke gawang dan membawa Persika unggul 1-0.

Gol cepat ini membuat ritme pertandingan semakin memanas. Persikutim mencoba membalas melalui kombinasi serangan balik, sementara Persika tetap agresif menjaga dominasi.

Ketegangan mulai terlihat ketika sejumlah pelanggaran keras terjadi di lini tengah. Wasit harus bekerja ekstra keras mengendalikan pertandingan yang terus berjalan intens.

Dalam tempo kurang dari setengah jam, kartu kuning mulai berjatuhan. Situasi kemudian memuncak pada menit ke-31 ketika Muhammad Kifly dari Persika dan Daud Kotulus dari Persikutim terlibat insiden yang berujung pada dua kartu merah sekaligus.

Kedua tim pun dipaksa melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Meski sudah terjadi pengusiran pemain, tensi pertandingan tak menurun. Babak kedua berjalan lebih keras, terutama karena Persikutim mulai meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan.

Persika pun harus melakukan rotasi dan menyesuaikan pola permainan demi mempertahankan keunggulan. Pelanggaran demi pelanggaran kembali terjadi, membuat wasit mengeluarkan lebih banyak kartu kuning.

Petaka bagi Persika datang pada menit ke-83 ketika Mohamad Iqbal yang sebelumnya sudah diganjar kartu kuning menerima kartu kedua dan harus meninggalkan lapangan.

Persika harus bertahan dengan sembilan pemain di sisa waktu pertandingan.

Meski demikian, mental dan disiplin para pemain Laskar Lawu tak goyah. Mereka mampu merapatkan barisan pertahanan untuk menahan gempuran Persikutim hingga peluit panjang dibunyikan.

Laga berakhir dengan skor 1-0 untuk Persika Karanganyar. Kemenangan ini menjadi awal manis bagi tim promosi tersebut, sekaligus modal berharga di Grup C Liga Nusantara.

Persikutim United Juga Kecewa

Pelatih Persikutim United Purwanto Suwondo juga tak bisa menyembunyikan rasa kecewa. Namun ia mencoba mengambil sisi positif dari pertandingan.

“Kami bersyukur pertandingan hari ini berjalan lancar walau hasil belum sesuai target. Banyak kejadian negatif di lapangan. Saya tidak menyalahkan siapa pun — biar Yang di atas yang memahami. Semoga ini jadi pembelajaran untuk kami dan sepak bola Indonesia,” ujarnya.

Tak lupa ia memberi selamat kepada tim lawan.

“Selamat untuk Persika. Belum rezeki untuk kami hari ini. Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya kami dapat hasil lebih baik,” terangnya. 

Pemain Persikutim, Raflianoor, juga meluapkan kekecewaannya.

“Pertandingan hari ini cukup keras. Banyak keputusan yang terasa kurang berpihak ke kami, tapi kami jadikan ini pembelajaran. Semoga laga berikutnya lebih baik,” ucapnya. (nik) 

 

Editor : Niko auglandy
#Sang Maestro #arema fc #Persika Karanganyar #Persikutim #ahmad bustomi