Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Hasil Akhir Persika Karanganyar vs Sang Maestro dan Klasemen Liga 3: Dua Eks Persis Solo Unjuk Gigi, Singo Lawu Semakin Superior

Niko auglandy • Jumat, 5 Desember 2025 | 01:01 WIB

Launching jersey dan tim Persika Karanganyar untuk Liga Nusantara musim 2025-2026. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Launching jersey dan tim Persika Karanganyar untuk Liga Nusantara musim 2025-2026. (Rudi Hartono/Radar Solo)
 

RADARSOLO.COM — Persika Karanganyar kembali menunjukkan konsistensinya di ajang Liga Nusantara 2025/2026. Tim berjuluk Laskar Singo Lawu sukses memetik kemenangan keduanya usai menaklukkan Sang Maestro dengan skor 3-1 di Lapangan Banyuanyar, Solo, Kamis sore (4/12).

Persika tampil dengan sejumlah perubahan komposisi pemain sejak menit awal. Pelatih Persika Karanganyar Ahmad Bustomi memberi kepercayaan kepada Romadona, eks Persis Solo dan RANS Nusantara. Jika pada laga sebelumnya dia memulai pertandingan dari bangku cadangan, di laga kali ini dia ditunjuk sebagai starter. Keputusan itu terbukti tepat dan dia sukses menjadi pembeda.

Romadona tampil dominan di lini tengah dan membuka pesta gol Persika melalui tendangannya pada menit ke-22. Keunggulan tersebut semakin mantap ketika Wahyu Adi Utomo menggandakan skor pada menit ke-36. Persika menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Memasuki babak kedua, Persika kembali memasukkan tenaga segar, termasuk Irfan Afghoni, gelandang yang pernah memperkuat Persis Solo musim 2020. Irfan tak ingin kalah pamor. Dia ikut mencatatkan namanya di papan skor melalui gol pada menit ke-70, menjadikan Persika unggul 3-0.

Sayangnya fokus pemain Persika sempat mengendur. Hanya tiga menit berselang, Sang Maestro berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Daud Irfan Kararbo pada menit ke-73. Namun hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-1 tetap bertahan.

Kemenangan ini membawa Persika Karanganyar meraih poin penuh untuk kedua kalinya musim ini. Sebelumnya, Persika meraih kemenangan 1-0 atas Periskutim United. Dengan tren positif ini, Persika semakin memanaskan persaingan di Liga Nusantara 2025/2026 dan mengukuhkan diri sebagai salah satu tim dengan performa paling stabil di awal kompetisi.

Di lain sisi, ada hal menarik sebelum laga ini. Satu hari sebelum Persika bertanding melawan Sang Maestro digelar, Pelatih Persika Ahmad Bustomi menyita perhatian publik setelah memberikan pernyataan terbuka terkait emosinya saat timnya melawan Persikutim. Bustomi menyampaikan permintaan maaf atas sikapnya.

“Pada pertandingan kedua saya akan belajar untuk mengontrol emosi. Saya minta maaf atas insiden di pertandingan pertama yang menurut saya cukup chaos,” ucap Bustomi saat jumpa pers, Rabu (4/12).

Dia mengakui menerima teguran keras dari keluarga setelah pertandingan tersebut. “Setelah pertandingan orang tua saya telepon, saya dimarahi. Saya tidak mencari pembenaran. Saya introspeksi diri,” lanjut eks pemain Arema FC tersebut.

Bustomi menjelaskan bahwa kondisi lapangan yang tergenang air dan beberapa keputusan wasit memicu ketegangan dalam pertandingan tersebut

Dia mengaku reaktif karena melihat pemainnya diinjak di bagian dada hingga terjadi kartu merah yang merugikan tim.

“Saya bereaksi karena pemain saya mengalami kejadian yang membahayakan. Dulu saya punya teman, Jumadi Abdi, yang meninggal akibat tendangan di bagian perut. Saya tidak ingin hal seperti itu terulang,” ungkapnya.

Ya, seperti diberitakan sebelumnya, di laga perdananya, Persika harus bermain dengan 9 pemain, karena dua pemainnya terkena kartu merah. Persikutim juga harus main dengan 10 pemain karena kartu merah yang didapat pemainnya di Stadion UNS, Minggu sore (30/11). Pertandingan ini memang berjalan keras dan penuh kontroversi hingga wasit mengeluarkan banyak kartu, termasuk tiga kartu merah yang mewarnai laga. (nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#Sang Maestro #Liga 3 #Persika Karanganyar