RADARSOLO.COM - Pekan kedua Liga Nusantara 2025/2026 atau Liga 3 resmi bergulir pada 3–5 Desember 2025 dan kembali menghadirkan persaingan sengit di fase grup.
Dari deretan pertandingan terakhir pekan kedua, duel yang berlangsung di Stadion Sriwaru, Solo, Jumat sore (5/12), menjadi sorotan utama untuk Grup B.
Laga antara Persitara Jakarta Utara kontra PSGC Ciamis berjalan panas sejak awal. Kedua tim tampil agresif dan saling bertukar peluang, namun duel berakhir tanpa pemenang.
Skor kaca mata 0-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini menjadi cerminan betapa rapatnya peta kekuatan di Grup B musim ini.
Bagi Persitara, hasil imbang ini terasa seperti kerugian.
Mereka memang belum terkalahkan dalam dua laga, tetapi dua kali seri membuat tim asal Jakarta Utara itu masih tertahan di peringkat kelima dari enam peserta Grup B.
Pekerjaan rumah besar menanti skuad untuk bisa menembus papan atas sebelum fase penyisihan berakhir.
Sebaliknya, PSGC Ciamis sedikit diuntungkan. Dengan dua hasil seri dari dua laga, mereka kini naik ke posisi ketiga klasemen.
Menariknya, posisi keempat yang dihuni Perserang Serang juga mengoleksi dua poin — hasil dua kali imbang pula.
Artinya, tiga tim saat ini berada dalam nilai yang sama dan saling mengintai untuk berebut jalur aman ke fase selanjutnya.
Sementara itu, puncak klasemen Grup B untuk sementara masih dikuasai Persikota Kota Tangerang.
Mereka ditempel ketat oleh Pekanbaru FC di posisi kedua. Kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin, hasil sekali menang dan sekali seri.
Baik Persikota maupun Pekanbaru FC belum tersentuh kekalahan musim ini, menegaskan bahwa perebutan posisi pertama masih akan berlangsung ketat hingga pekan-pekan akhir.
Di sisi lain, situasi paling sulit justru dialami Tri Brata Rafflesia FC.
Dua kekalahan dari dua pertandingan menempatkan mereka sebagai juru kunci tanpa satu poin pun. Meski posisi belum aman, peluang mereka sama sekali belum tertutup.
Dengan sisa pertandingan yang masih panjang, Tri Brata Rafflesia FC wajib bangkit dan mengamankan kemenangan demi kemenangan bila ingin keluar dari tekanan jurang degradasi yang mulai terasa menyesakkan.
Pekan kedua telah berakhir, namun Grup B justru baru masuk tahap paling menarik.
Tak ada tim yang benar-benar dominan, tak ada tim yang benar-benar aman.
Satu hasil saja bisa mengubah peta klasemen secara dramatis. Laga pekan ketiga dipastikan akan jadi penentu arah perjalanan masing-masing kontestan. (nik)
Editor : Niko auglandy