RADARSOLO.COM - Pekan kedua Liga Nusantara 2025/2026 (Liga 3) kembali menghadirkan emosi, tensi, dan drama kompetisi kasta ketiga sepak bola Indonesia.
Pertandingan terakhir yang digelar pada 5 Desember 2025 menyajikan tiga laga panas yang memberikan warna berbeda—mulai dari duel tanpa gol, kemenangan dramatis, hingga pembalikan keadaan yang menyesakkan.
1-Grup B: PSGC Ciamis vs Persitara Jakarta Utara
Laga sore di Stadion Sriwaru, Solo, mempertemukan Persitara Jakarta Utara dengan PSGC Ciamis dari Grup B. Keduanya tampil penuh kehati-hatian, seakan sama-sama takut kehilangan poin di awal kompetisi.
Benteng pertahanan kokoh dari dua sisi membuat serangan—betapapun intensifnya—tidak berbuah gol.
Peluit panjang berbunyi, skor tetap 0-0, dan para pemain meninggalkan lapangan dengan rasa tak puas karena tiga poin terasa begitu dekat namun tak kunjung datang.
2-Grup D: Persekabpas vs Perseden Denpasar
Sementara itu di Surabaya, atmosfer berbeda mewarnai laga Grup D di Stadion Pasiran. Persekabpas menyuguhkan performa penuh determinasi di depan pendukungnya sendiri.
Mereka tampil bertenaga dan agresif sejak kick-off, dan usaha itu terbayar ketika Edy Wardan mencetak gol pembuka di menit ke-42.
Namun laga belum berakhir. Perseden Denpasar bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan lewat Komang Rama Ardika Putra.
Kedudukan 1-1 seolah akan memaksa pertandingan berakhir imbang—hingga Muchammad Bayu Zacha Setyawan muncul sebagai pahlawan lokal.
Golnya di menit ke-82 mengguncang stadion dan memastikan tiga poin tak ke mana-mana selain ke Kabupaten Pasuruan.
Kemenangan itu bukan hanya soal angka, melainkan juga suntikan mental bagi Persekabpas yang mulai memberi sinyal siap bersaing ketat di papan atas.
3-Grup D: Waanal Brothers vs Gresik United
Sorotan berikutnya berpindah ke laga malam hari di Stadion THOR, Surabaya, di mana Waanal Brothers asal Papua menantang Gresik United.
Pertandingan ini menjadi bukti bahwa keunggulan lebih dulu tidak selalu menjamin kemenangan.
Waanal Brothers memulai dengan sempurna setelah penalti Andryansyah di menit kelima bersarang mulus. Sayangnya, pesta itu berumur sangat pendek.
Gresik United merespons cepat—dan keras. Penalti Alif Jaelani mengubah skor menjadi imbang, sebelum Wahyu Agong Drajat Mulyono membalik keadaan hanya empat menit kemudian.
Di babak kedua, Rafi Herlian Adinata menambah gol ketiga yang memadamkan harapan tim Papua.
Laga pun berakhir 3-1 untuk Gresik United—hasil yang menegaskan pengalaman dan mentalitas tim asal Jawa Timur dalam mengelola tekanan.
Tiga pertandingan di pekan kedua ini menyisakan gambaran yang jelas: Liga Nusantara bukan sekadar kompetisi promosi, melainkan pertarungan harga diri.
Ada tim yang pulang dengan senyum kemenangan, ada yang berusaha bangkit dari kegagalan, dan ada yang justru mulai mempertanyakan strategi mereka.
Kompetisi masih panjang, namun sejak dini sudah terlihat siapa yang bergerak dengan percaya diri, siapa yang masih beradaptasi, dan siapa yang perlu segera menemukan solusi sebelum terlambat.
Pekan ketiga akan menjadi penentu tensi berikutnya—dan jika melihat jalannya pekan kedua, perjalanan Liga Nusantara 2025/2026 sepertinya baru saja dimulai menuju drama yang lebih besar. (nik)
Editor : Niko auglandy