RADARSOLO.COM — Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dalam beberapa hari terakhir turut menyisakan kekhawatiran di internal PSS Sleman.
Salah satu daerah terdampak adalah Kabupaten Langsa, kampung halaman penjaga gawang Muhammad Fahri.
Pelatih kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis, memastikan bahwa kondisi Fahri dalam keadaan baik.
Meski demikian, akses transportasi di daerah tersebut terputus akibat banjir sehingga membuat mobilitas masyarakat lumpuh total.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Fahri. Kondisinya aman. Hanya saja akses dari rumah menuju bandara masih terendam dan tidak bisa dilewati,” ujar Ansyari dalam rilis resmi klub.
Fahri, kiper 24 tahun yang sempat membela Persis Solo pada musim 2021–2023 itu, sejatinya dijadwalkan kembali ke Sleman untuk mengikuti sesi latihan. Namun situasi di kampung halaman memaksanya menunda keberangkatan.
“Jika jalan sudah memungkinkan, dia segera bergerak menuju bandara dan terbang ke Sleman. Untuk saat ini dia masih harus menunggu,” lanjut Ansyari.
Di tengah situasi sulit tersebut, dukungan moral menjadi prioritas bagi tim pelatih dan rekan satu tim. Pesan solidaritas dan doa agar banjir di Aceh segera surut terus mengalir kepada sang penjaga gawang.
“Motivasi terus kita berikan kepada Fahri. Keadaan seperti ini pasti berat, tapi harus dihadapi dengan kesabaran dan keteguhan,” tutur Ansyari.
PSS Sleman memastikan pihak klub memberi kelonggaran dan memahami kondisi darurat ini. Prioritas utama adalah keselamatan dan ketenangan pemain serta keluarganya.
Selama Fahri belum dapat kembali ke Sleman, tim pelatih menegaskan tidak akan memberi tekanan dan justru menjaga stabilitas psikologis sang pemain. (nik)
Editor : Niko auglandy