RADARSOLO.COM - Elite Pro Academy (EPA) merupakan kompetisi kelompok umur paling prestisius di Indonesia, yang diikuti seluruh tim Liga 1.
Setiap klub berlomba membangun fondasi masa depan lewat pembinaan usia dini, mulai dari U-16, U-18, hingga U-20.
Di antara klub yang serius membentuk regenerasi, Persis Solo menjadi salah satu yang paling konsisten dengan konsep Persis Youth, yang menyiapkan talenta muda sebagai calon pengisi skuad senior di masa depan.
Di EPA Super League U-20 musim 2025/2026, perjalanan Persis Solo U-20 masih berlangsung sengit.
Pada pekan kesembilan dan kesepuluh (6–7 Desember 2025), Persis menjalani dua laga berat secara beruntun di kandang Madura United.
Hasilnya patut diapresiasi: pada pekan kesembilan Persis Solo menahan imbang Madura United dengan skor 0-0, sebelum kemudian mencatat kemenangan meyakinkan 2-0 pada pekan kesepuluh.
Koleksi empat poin dari lawatan ke Madura menjadi dorongan penting untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Bukan hanya Persis Solo yang mencuri perhatian. Banyak tim lain juga memetik hasil positif pada pekan ini.
Bahkan Bhayangkara Presisi Lampung U-20 mencatat kemenangan super telak melawan Persik Kediri dan menjadi sorotan utama kompetisi.
Rentetan hasil berbeda dari seluruh pertandingan pekan ini memicu perubahan besar pada klasemen sementara, baik di Grup A maupun Grup B, menandakan persaingan semakin panas menjelang paruh akhir musim EPA Super League U-20.
Pembinaan usia muda kembali membuktikan perannya sebagai pondasi utama sepak bola nasional — dan perjalanan masih jauh dari selesai.
Persaingan Memuncak di Grup A: Bhayangkara Lampung Geser Persija, Persik Kediri Terpuruk Tanpa Poin
Persaingan di EPA Super League U20 2025–2026 Grup A makin menggelegak mendekati paruh musim.
Bhayangkara Presisi Lampung FC U20 resmi mengambil alih tampuk tertinggi klasemen setelah mengumpulkan 22 poin dari 10 pertandingan.
Performa trengginas lini depan menjadi kunci—koleksi 29 gol menjadikan mereka tim paling produktif di grup ini.
Namun euforia itu tak sepenuhnya membuat mereka nyaman; jumlah kebobolan yang mencapai 11 gol menunjukkan masih ada ruang besar untuk pembenahan sektor pertahanan.
Puncak klasemen Bhayangkara Lampung belum benar-benar aman.
Persija Jakarta U20 menguntit ketat hanya selisih satu angka di belakang. Meski baru memainkan delapan laga, Macan Muda tampil nyaris sempurna dengan tujuh kemenangan dan hanya satu kekalahan.
Yang paling mencolok, Persija menjadi tim dengan pertahanan paling kokoh—baru empat kali kebobolan.
Stabilitas inilah yang menjadikan Persija ancaman terbesar bagi Bhayangkara Lampung dalam perebutan tahta Grup A.
Persaingan papan atas makin ramai setelah Persita U20 dan Semen Padang U20 juga menunjukkan grafik menanjak.
Persita, yang kini duduk di peringkat ketiga dengan 19 poin, kembali unjuk kekuatan lewat dua kemenangan besar beruntun dengan total 10 gol tanpa balas.
Sementara Semen Padang tidak segarang Persita dalam urusan produktivitas, tetapi konsistensi dengan lima kemenangan dan dua hasil seri dari delapan pertandingan menjaga posisi mereka tetap solid di empat besar.
Tanpa banyak sorotan, Dewa United Banten FC U20 menyimpan potensi kejutan di peringkat kelima.
Koleksi 15 poin membuktikan mereka bisa menempel papan atas kapan saja, tetapi inkonsistensi performa menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa ditunda apabila mereka ingin berpikir lebih jauh dari sekadar lolos fase grup.
Di zona bawah klasemen, aroma ketegangan sama kuatnya.
PSBS Biak U20, Arema FC U20, dan Persijap Jepara U20 sama-sama terjebak dalam rapor minor dan harus berjuang keras agar tidak tertinggal semakin jauh. Namun kisah paling pahit dialami Persik Kediri U20.
Sepuluh kali bertanding, sepuluh kali kalah. Barisan belakang paling rapuh—kebobolan 34 gol—membuat mereka menjadi satu-satunya tim yang belum mengoleksi satu pun poin hingga pekan ini.
Dengan dinamika setajam ini, kompetisi di Grup A belum menunjukkan tanda melambat.
Empat tim teratas masih saling sikut ketat demi tiket ke fase berikutnya, sementara penghuni dasar klasemen mencari cara untuk keluar dari tekanan berlapis.
Yang jelas, perjalanan menuju akhir musim masih panjang—dan setiap pertandingan mulai sekarang bisa menjadi penentu nasib.
Grup B Makin Panas: Borneo FC Kuasai Puncak, Malut United Masih Sempurna
Persaingan di EPA Super League U-20 2025/2026 Grup B memasuki fase krusial. Borneo FC Samarinda U20 masih berada di pucuk klasemen dengan torehan 25 poin dari 10 laga.
Tim Pesut Muda tampil impresif dengan delapan kemenangan, hanya sekali imbang, dan satu kali kalah.
Produktivitas gol mencapai 22, sementara kebobolan 11, menunjukkan keseimbangan antara agresivitas serangan dan kedisiplinan lini pertahanan.
Namun tekanan di belakang mereka semakin terasa.
Malut United FC U20 menjadi ancaman terbesar setelah menampilkan performa paling sempurna di grup ini — delapan pertandingan, delapan kemenangan, tanpa pernah kehilangan poin.
Koleksi 24 poin dan selisih gol 22–3 membuat Malut United menjadi tim yang paling menakutkan dalam kompetisi sejauh ini.
Meski masih menyimpan dua laga lebih sedikit dibanding Borneo, tren positif ini bisa menggusur Pesut Muda dari takhta kapan saja.
Di bawah dua raksasa tersebut, Persib Bandung U20 menjaga peluang bersaing di papan atas. Dengan 19 poin dari 10 pertandingan, Maung Ngora tampil stabil meskipun beberapa kali kehilangan angka penting.
Di belakangnya, Persis Solo U20 menghuni posisi keempat dengan 16 poin, mengandalkan lini depan yang cukup produktif—mencetak 20 gol, terbanyak kedua di grup. Konsistensi hasil akan menjadi faktor penentu apakah Persis mampu ikut berebut tiket ke babak berikutnya.
Sementara itu, Bali United FC U20 berada di peringkat kelima dengan 13 poin dari delapan laga.
Mereka masih punya kesempatan besar untuk menembus persaingan empat besar, terutama jika mampu memaksimalkan dua tabungan pertandingan yang belum dimaikan.
Cerita berbeda hadir di papan bawah. PSM Makassar U20, Madura United U20, Persebaya U20, dan PSIM Yogyakarta U20 masih terseok-seok memperbaiki performa.
Kombinasi minimnya efektivitas lini depan dan lemahnya pertahanan menjadi penyebab utama keterpurukan mereka.
Yang paling memprihatinkan adalah PSIM Yogyakarta U20, yang baru mengoleksi dua poin dan belum sekali pun merasakan kemenangan hingga pekan ini.
Dengan selisih poin yang rapat, peta persaingan Grup B berpotensi berubah cepat hanya dalam satu pekan pertandingan.
Borneo FC dan Malut United hampir pasti menjadi poros perebutan puncak, tetapi peluang Persib, Persis, dan Bali United untuk menyalip dalam beberapa laga ke depan masih terbuka.
Yang pasti, kompetisi menuju akhir musim makin sengit—dan setiap pertandingan berikutnya bisa menjadi titik balik yang menentukan nasib tim. (nik)
Hasil Pertandingan EPA Super League U20 2025-2026
Hasil Pekan ke 9 Grup A (6/12/2025)
- Persija Jakarta U20 vs Persijap Jepara U20: 3-1 (Persija Training Ground)
- Semen Padang FC U20 vs Arema FC U20: 1-0 (Trisakti Nagrak)
- Persita U20 vs PSBS Biak U20: 5-0 (Persita Training Ground)
- Bhayangkara Presisi Lampung FC U20 vs Persik Kediri U20: 10-0 (Citarum Semarang)
Pekan ke10 Grup A (7/12/2025)
- Persija Jakarta U20 vs Persijap Jepara U20: 4-0 (Persija Training Nagrak)
- Semen Padang FC U20 vs Arema FC U20: 2-0 (Trisakti Nagrak)
- Persita U20 vs PSBS BIAK U20: 5-0 (Persita Training Ground)
- Bhayangkara Presisi Lampung FC U20 vs Persik Kediri U20: 5-0 (Citarum Semarang)
Hasil Pekan ke 9 Grup B (6/12/2025)
- PSM Makassar U20 vs Persib Bandung U20: 0-2 (Bosowa Sport Center)
- Borneo FC Samarinda U20 vs PSIM Jogja U20: 2-0 (Borneo Samarinda Training Center)
- Persebaya Surabaya U20 vs Bali United U20: 0-1 (Lapangan A Gelora Bung Tomo)
- Madura United FC U20 vs Persis Solo U20: 0-0 (Madura United Trainning Ground)
Hasil Pekan Ke-10 grup B (7/12/2025)
- PSM Makassar U20 vs Persib Bandung U20: 4-1 Bosowa Sport Center
- Borneo FC Samarinda U20 vs PSIM Jogja U20: 2-1 Borneo Samarinda Training Center
- Persebaya Surabaya U20 vs Bali United U20: 2-3 Lapangan A Gelora Bung Tomo
- Madura United FC U20 vs Persis Solo U20: 0-2 Madura United Trainning Ground