RADARSOLO.COM – Rencana pembangunan masjid di kawasan Stadion Manahan tidak hanya bertujuan menyediakan tempat ibadah, namun juga menghadirkan fasilitas pelayanan bagi pengunjung area olahraga terbesar di Kota Bengawan. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo Rini Kusmandari.
Dia mengungkapkan, usulan pembangunan masjid bukan baru muncul setahun terakhir, tetapi sudah dilakukan dispora sejak 2019.
“Usulan ini karena aktivitas di Manahan semakin beragam, kebutuhan fasilitas ibadah dan pelayanan semakin terasa,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan masjid akan memberi manfaat besar bagi pengunjung Manahan, baik pada momen pertandingan sepak bola maupun kegiatan olahraga harian. Fasilitas yang ada saat ini dinilai tidak lagi memadai.
“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah rutin, tetapi juga menjadi ruang pelayanan untuk momen-momen tertentu di kompleks Manahan. Banyak aktivitas, penonton pertandingan, pelari, petugas keamanan yang membutuhkan tempat ibadah, istirahat, atau bersiap-siap. Kehadiran masjid sederhana di lingkungan Manahan akan sangat membantu,” terangnya.
Rini menegaskan, pembangunan tidak hanya mencakup masjid saja. Kompleks bangunan akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung agar lebih optimal melayani pengguna kawasan Manahan. Di antaranya locker service, ruang ganti dan bilas, perbaikan toilet, dan septic tank akses penghubung (connecting) menuju GOR Indoor Manahan
“Selain fungsi utama sebagai tempat ibadah, masjid juga akan dimanfaatkan sebagai fasilitas penunjang: ruang ganti, area penitipan barang untuk menaruh tas, dan tempat beristirahat bagi pengunjung atau pelaku olahraga,” jelasnya.
Layanan loker dirancang tetap menjaga penghormatan terhadap fungsi ibadah masjid.
“Penataan area loker akan diatur agar tetap menghormati fungsi ibadah, menjamin kebersihan dan keamanan. Disediakan beberapa loker berpengunci untuk penitipan sementara dan akan ada petugas. Semua mudah diakses oleh siapapun,” tambahnya.
Untuk pengguna olahraga, dispora menyiapkan fasilitas bilas dan ruang ganti lengkap dengan ketersediaan air bersih serta sistem pembuangan yang baik. “Ini agar pelari atau pengunjung bisa membersihkan diri setelah berolahraga,” kata Rini.
Dispora memastikan nilai anggaran pembangunan bukan Rp 3 miliar seperti informasi awal, tetapi Rp 2,8 miliar untuk keseluruhan fasilitas masjid dan sarana pendukungnya.
“Nanti kalau saya sudah dapat DPA-nya, bisa detail. Tapi nilai totalnya Rp 2,8 miliar untuk semua fasilitas yang akan dibangun, bukan hanya untuk masjid saja,” terang Rini.
Rini menyebut dispora menunggu tahap administrasi penganggaran, termasuk distribusi DPA sebelum masuk pelaksanaan pekerjaan. Jika proses berjalan sesuai jadwal, pembangunan diproyeksikan mulai 2026. Dia berharap fasilitas tersebut memberi kenyamanan lebih bagi masyarakat.
“Harapannya siapa pun yang datang ke Manahan penonton pertandingan, pengunjung GOR, warga olahraga pagi, hingga petugas keamanan bisa mendapatkan kenyamanan fisik sekaligus kenyamanan beribadah,” tandasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy